Berita Balikpapan Terkini

Pemeran Adegan Asusila Saat Belajar Daring di Balikpapan Pindah Sekolah, Pengajar Dapat Sanksi

Belum lama ini, sepasang sejoli berstatus pelajar SMA Negeri di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, viral.

Grafis TribunKaltim.co/Wahyu Triono
ILUSTRASI video asusila. Belum lama ini, sepasang sejoli berstatus pelajar SMA Negeri di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, viral, lantaran melakukan adegan hubungan intim saat belajar daring berlangsung. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Belum lama ini, sepasang sejoli berstatus pelajar SMA Negeri di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, viral, lantaran melakukan adegan hubungan intim saat belajar daring berlangsung.

Seperti diketahui, salah seorang siswi yang berada dalam video tersebut berinisial A (16).

Saat itu, berkat aksinya, ia diberi sanksi, dikeluarkan dari sekolahnya.

Kepala Sekolah yang bersangkutan, inisialnya DL, membenarkan pemberian sanksinya.

Baca juga: Pihak SMA Patra Dharma Balikpapan Bantah Siswinya Terlibat dalam Video Asusila 41 Detik

Meski begitu, ia enggan mengungkap identitas diri, sekaligus sekolahnya.

DL mengatakan, A kini telah berpindah sekolahnya.

"Sehari setelah viral langsung mengadakan rapat dengan anak-anak. Kemudian dimalam harinya dilanjutkan rapat dengan para guru, dan panggil orang tua," ujar DL kepada Rabu (25/8/2021).

Lanjut DL, kendati A bersalah, ia tetap menawarkan solusi melalui mencarikan sekolah pengganti. Terlebih siswi tersebut saat ini sudah duduk dibangku kelas 12 SMA.

Baca juga: TERKUAK VIDEO VIRAL Pelajar Balikpapan 41 Detik Direkam saat Belajar Sejarah, Begini Nasib Sang Guru

Dengan status kelas 12 tersebut, jika dikeluarkan, DL mengaku kasihan jika A tidak mengikuti ujian.

"Mudah-mudahan insyaf anaknya. Ini kan kelalaian. Jadi di sisi lain melindungi anak-anak yang banyak di sisi lain, saya juga tidak mematikan karir anak tersebut," jelas DL.

Di samping siswa, sang guru yang ketika itu tengah mengajar turut mendapat ganjaran, berupa teguran lisan dan tertulis. Sebab dianggap lalai sebagai seorang guru yang meng

"Ini juga akan ada teguran lisan dan tertulis kepada gurunya, karena lalai. Zoom itukan harusnya video. Kan untuk absen, intinya lalai dalam memandu dalam pelajaran. Saya saja ditegur, tapi ya, risiko jabatan," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved