News Video
NEWS VIDEO Dua Orangutan Masuk Pemukiman Warga Sudah Terindentifikasi
Dua orangutan yang masuk ke pemukiman warga di Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sudah terindentifikasi
TRIBUNKALTIM.CO - Dua orangutan yang masuk ke pemukiman warga di Desa Teluk Harapan, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sudah terindentifikasi.
Dua individu itu, ternyata bernama Muria dan Obi. Keduanya, dilepas liarkan oleh IAR Indonesia dan BKSDA Kalbar, pada Februari 2019 lalu di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR).
Saat itu, total ada 6 orangutan yang dilepasliarkan di TNBBBR. Antara lain bernama Lady, Obi, Muria, Zoya, dan sepasang induk dan anaknya Maily dan Osin.
Maily dan Osin, tidak terlihat oleh warga di pemukiman. Sementara Muria dan Obi, tercatat dua kali memasuki pemukiman.
"Keduanya mulai terlihat di area hutan dekat ladang ladang sejak tanggal 20 Agustus 2021 yang berjarak kurang lebih 2 jam dari lokasi sekarang," ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani kepada Tribun Pontianak, Rabu 25 Agustus 2021.
Menurut Bharata, keberadaan Zoya, Maily maupun Osin tidak terlihat keberadaanya di sekitar pemukiman.
"Tim sudah tanya informasi ke warga yang menemukan tidak ada yang melihat keberadaan Zoya. Warga yang menemukan pertama kali pun tidak melihat adanya Zoya atau Orangutan betina bawa anak," jelasnya.
Baik Muria maupun Obi, sudah diselamatkan oleh petugas IAR, BKSDA Kalbar dan warga setempat pada Selasa, 24 Agustus sore kemarin.
Rencananya, kedua primata itu akan dibawa kembali ke Camp IAR di Mentatai. Rencananya, Muria dan Obi akan menjalani habituasi untuk sementara waktu supaya tidak kembali ke pemukiman.
Dikutip dari situs Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Obi merupakan orangutan jantan yang ditemukan oleh salah satu pekerja ladang di daerah Pulau Kumbang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten kayong Utara.
Obi dipelihara selama 10 bulan dan selama dipelihara, Obi sempat mengalami demam dan diare. Pada saat dipelihara, Obi diberi makan nasi yang diberi udang, kue, fanta, dan buahan sesekali. Obi tiba di pusat rehabilitasi IAR Indonesia pada Juni 2014 untuk menjalani rehabilitasi. Saat ini (2019) Obi berusia 8 tahun dan berdasarkan hasil pemantauan perilaku, Obi dinyatakan layak untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
Muria dulunya merupakan orangutan betina yang dipelihara oleh seorang petani di daerah Desa Sumber Rejo, Dusun Demit, Kecamatan Sandai.
Muria dipelihara selama 3 tahun. Setelah mengetahui peraturan undang-undang terkait satwa liar dilindungi, pada akhirnya pemilik menyerahkan Muria kepada BKSDA Kalbar untuk direhabilitasi di IAR Indonesia. Muria tiba di Pusat Rehabilitasi IAR Indonesia pada Juni 2014.
Muria yang sudah menguasai semua kemampuan hidup di alam ini menjadi induk asuh bagi Zoya, bayi orangutan yang terpisah dari induknya pada akhir tahun 2017 lalu.
Zoya merupakan bayi orangutan yang masih memerlukan induknya. Sehingga tim rehabilitasi mencarikan induk asuh untuk Zoya. Muria yang mempunyai naluri yang bagus sebagai seorang ibu menjadi kandidat kuat dan diperkenalkan dengan Zoya pada Juni 2018.