Banjir di Samarinda
Sempat Tinjau Titik Genangan Air, Walikota Andi Harun Beber Penyebab Banjir di Samarinda
Bencana banjir terlihat masih menggenangi beberapa titik di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bencana banjir terlihat masih menggenangi beberapa titik di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur hingga Senin 30 Agustus 2021.
Genangan air banjir mulai dirasakan sejak Minggu (29/8/2021) malam.
Beberapa wilayah pada pagi hari masih dilaporkan digenangi air khususnya di Kecamatan Palaran dan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.
Sedangkan banjir yang sempat melanda kawasan Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, kecamatan Sungai Kunjang dilaporkan telah surut sejak siang hari.
Baca juga: Banjir di Samarinda, Gedung SMPN 24 Kena Imbas Timbunan Lumpur
Walikota Samarinda, Andi Harun yang pada malam hari itu sempat meninjau ke lokasi mengatakan bahwa setelah ia melihat langsung titik banjir dan longsor.
Diakui, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kenapa bisa terjadi banjir.
Terutama di kawasan Bukit Pinang yang ia sempat sambangi, dikatakan terjadinya limpasan air salah satunya pengaruh dari pembangunan kawasan pergudangan di wilayah tersebut.
"Secara umumnya karena curah hujan yang cukup tinggi terutama dari daerah hulu, hujan di kota tidak berlangsung lama, namun wilayah hulu cukup deras dan lama," ujar Andi Harun saat ditemui TribunKaltim.co pada Senin (30/8/2021).
Baca juga: Pemkot Samarinda Segera Siapkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir
"Kalau yang di bukit pinang, ternyata ada pengupasan lahan di daerah kawasan pergudangan, hari ini kami telah perintahkan dari BPBD untuk meninjau lokasi tersebut," ungkap Andi Harun.
Menurut penuturan warga pada malam itu, dikatakan banjir tak berlangsung lama namun ketinggian air dikatakan dapat mencapai pinggang orang dewasa.
Selain itu belum berfungsinya kolam retensi dengan baik juga menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan pemukiman warga tersebut.
Selain itu banjir yang terjadi di sekitar jalan Padat Karya termasuk perumahan Korpri Loa Bakung, Sungai Kunjang disebutkan menjadi yang terparah.
Ratusan Warga Kena Banjir
Disebutkan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hambali, bahwa di daerah itu sekitar 553 kepala keluarga terdampak banjir.
Walikota juga sempat menuju dan melihat lokasi yang terjadi longsor di gang Melati, jalan Padat Karya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mengemukakan-sebab-banjir.jpg)