Breaking News:

PLN Peduli Bantu Desa Bebas Stunting, Kolaborasi dengan Rumah Zakat Balikpapan

Program PLN Peduli dengan tajuk Desa Bebas Stunting resmi dicanangkan pada Senin (23/8/2021) yang lalu di Posyandu Mutiara Hati RT 23, Kelurahan

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Diah Anggraeni
HO/PLN UIP Kalbagtim
Program PLN Peduli bertajuk Desa Bebas Stunting resmi dicanangkan pada Senin (23/8/2021) lalu di Posyandu Mutiara Hati RT 23, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Program PLN Peduli dengan tajuk Desa Bebas Stunting resmi dicanangkan pada Senin (23/8/2021) yang lalu di Posyandu Mutiara Hati RT 23, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Rinda Setyawati, Lurah Sungai Nangka L. Sanrang, Kepala Puskesmas Gunung Bahagia Sulaiman, dan Branch Manager Rumah Zakat Balikpapan Adam Al Chakim.

Baca juga: PLN UIP Kalbagtim Tambah Jumlah Penyelamatan Aset, Didukung BPN Wilayah Kalimantan Selatan

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan PT PLN (Persero) UIP Kalbagtim ini berangkat dari latar belakang meningkatnya angka stunting di Kota Balikpapan selama masa pandemi Covid-19.

Peningkatannya mencapai 13 persen untuk anak di rentang usia 0-5 tahun, yang awalnya sebelum pandemi Covid-19 hanya berkisar 4-5 persen.

Di situasi pandemi ini banyak perubahan yang terjadi, terlebih pada tingkat kesejahteraan masyarakat karena ekonomi rumah tangga yang menurun, sehingga menyebabkan kurang terpenuhinya secara maksimal gizi pada anak yang berujung pada stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

"Lewat PLN Peduli, UIP Kalbagtim berupaya untuk hadir dan membantu masyarakat dalam penurunan angka stunting yang merupakan wujud implementasi dari salah satu pilar utama dalam pembentukan sumber daya yang berkualitas," tutur GM PLN UIP Kalbagtim, Muhammad Ramadhansyah.

Baca juga: YBM PLN UIP Kalbagtim Salurkan Bantuan Renovasi Rumah Quran #1

Berkolaborasi dengan Rumah Zakat Balikpapan, program Desa Bebas Stunting ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang kurang mampu di Kelurahan Sungai Nangka.

Kegiatan yang dilaksanakan seperti pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian gizi tambahan anak, suplementasi bagi anak, ibu hamil dan menyusui, serta edukasi, konsultasi gizi, hingga pendampingan.

Dalam sambutannya, Rinda Setyawati menyampaikan, kondisi stunting dapat dicegah dengan pemberian gizi melalui makanan dan multivitamin yang seimbang dan adekuat pada 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak.

Baca juga: Tersebar di 3 Provinsi, Proyek Infrastruktur Ketenagalistrikan PLN UIP Kalbagtim Dapat 4 SLO

Melalui program PLN dengan Rumah Zakat, perbaikan gizi pada anak dengan kondisi stunting ini dapat terpenuhi dan edukasi tentang stunting untuk para ibu juga lebih dipahami.

"Dengan program Desa Bebas Stunting yang dilaksanakan selama tiga bulan dari September hingga November, PLN turut serta dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sehingga anak-anak akan menjadi generasi penerus yang berkualitas karena tumbuh kembangnya berjalan optimal. Selain itu dapat menunrunkan angka stunting di Kota Balikpapan," pungkas Ramadhansyah. (dha)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved