Berita Kutim Terkini

Harga Cabai Lokal Naik Rp 10 Ribu di Pasar Induk Sangatta Utara, Kenaikan Dipicu Cuaca Hujan

Harga kebutuhan pokok di Kutai Timur mengalami naik-turun, tergantung pada cuaca yang sedang dialami di wilayah Kutim.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kegiatan jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Komoditas cabai mengalami kenaikan harga akibat cuaca hujan akhir-akhir ini. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Harga kebutuhan pokok di Kutai Timur mengalami naik-turun, tergantung pada cuaca yang sedang dialami di wilayah Kutim.

Kebutuhan pokok yang paling signifikan terdampak oleh perubahan cuaca adalah komoditas cabai yang ada di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Berdasarkan daftar harga pokok strategis Kutai Timur dari UPT Pasar Induk, harga cabai lokal di pekan terakhir bulan Agustus 2021 bernilai Rp 30.000 per kilogram.

Namun memasuki pekan pertama bulan September 2021, terdapat peningkatan harga sebanyak Rp 10.000,  menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Sama halnya dengan cabai lokal, cabai keriting juga mengalami penurunan harga dari semula Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Komoditi di Pasar Induk Sangatta Utara, Cabai Rawit Merah Naik Rp 10 Ribu/Kg

Begitupun komoditas cabai merah besar yang semula bernilai Rp 35.000 per kilogram, mengalami penurunan menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Kendati demikian, berbeda halnya dengan cabai-cabai yang mengalami penurunan, cabai rawit merah justru mengalami peningkatan harga.

Cabai rawit merah naik dari yang semula Rp 80.000 per kilogram menjadi Rp 90.000 per kilogram.

Selain cabai, tidak ada perubahan harga secara signifikan terhadap kebutuhan pokok lain.

Menurut Kepala UPT Pasar Induk Sangatta Utara Bohari, kenaikan harga cabai tersebut disebabkan cuaca penghujan yang mengguyur Sangatta Utara beberapa hari belakangan.

"Cuaca di Sangatta kan sering hujan akhir-akhir ini. Biasanya hujan yang jadi faktor utama harga cabai naik," ujarnya.

Baca juga: Cuaca Sering Hujan, Harga Cabai pada Pekan Ketiga di Pasar Induk Sangatta Utara Meroket

Menurutnya, dari berbagai komoditas yang ada di Pasar Induk Sangatta Utara, cabai merupakan kebutuhan pokok yang nilainya paling terdampak dengan perubahan cuaca.

Petani cabai rentan mengalami gagal panen akibat cuaca penghujan, sehingga berpengaruh terhadap pasokan yang ada di pemasaran.

Namun Bohari memastikan pihak UPT Pasar terus melakukan pengawasan terhadap pedagang agar tidak menaikkan harga melampaui ambang batas kewajaran.

Hal tersebut dilakukan agar pasar induk tetap diminati oleh pelanggan karena harganya senantiasa stabil dan terjangkau.

"Kita selalu mendata harga secara berkala setiap seminggu sekali. Ini supaya pedagang tidak menaik-turunkan harga melampaui jangkauan masyarakat," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved