Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Aksi Illegal Fishing Harus Diberantas, Ancam Habitat Ikan di Danau Penyinggahan

Aksi illegal fishing menjadi ancaman bagi habitat ikan asli sungai atau danau di wilayah Kecamatan Penyinggahan.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Pemcam bersama muspika menggelar patroli pemberantasan penangkapan ikan yang dilarang. Kegiatan ini dilakukan di danau yang berada di wilayah Kecamatan Penyinggahan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi illegal fishing menjadi ancaman bagi habitat ikan asli sungai atau danau di wilayah Kecamatan Penyinggahan.

Penindakan hukum harus dilakukan agar ekosistem tetap terjaga.

Hal ini dikatakan Camat Penyinggahan, Masranik usai melakukan patroli bersama unsur muspika dan petinggi (kepala kampung) di wilayah Kecamatan Penyinggahan, belum lama ini.

Baca juga: Petugas Medis Datang ke Kampung-kampung, Mendorong Warga Mook Manaar Bulant untuk Vaksinasi Covid-19

Illegal fishing ini membuat warga, terutama para nelayan, mengeluhkan dengan aktivitas penangkapan ikan oleh orang tak bertanggung jawab dengan cara alat tangkap yang dilaran seperti disetrum, diracun dan menggunakan kelambuan (jaring dengan ukuran kecil).

Menyikapi hal tersebut, Pemcam Penyinggahan bersama unsur muspika, petinggi dan warga melakukan patroli pemberantasan penangkapan ikan, dengan menyisir ketiga danau di masing-masing wilayah Kampung Tanjung Haur, Penyinggahan Ilir dan Penyinggahan Ulu.

Hasilnya, kelambuan berhasil diamankan di kepolisian dan rencana akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sedangkan orang menyetrum itu, melarikan diri dan meracun, belum didapat.

"Kami akan terus melakukan patroli dan ini menjadi aktivitas rutin. Bagi petinggi diimbau juga melakukan patroli, serta memasang baliho larangan menangkap ikan dengan menyetrum, meracun, menggunakan kelambuan dan lainnya yang dilarang," ucapnya.

Baca juga: Progres Gedung Balai Nikah Sudah 60 Persen, Kabag TU Kanwil Kemenag Kaltim Tinjau Lokasi Pembangunan

Di sela-sela patroli itu, kata Camat Masranik, pihaknya juga bertemu dengan nelayan tangkap.

"Kami beritahukan, tangkap ikan boleh. Tetapi menggunakan jaring dengan ukuran sekitar 2 sampai 3 sentimeter. Tidak dibenarkan dan dilarang jika menggunakan setrum, racun dan kelambuan.Karena itu, akan membuat siklus hidup ikan terhenti dan mengakibatkan ikan kecil pun mati," pungkasnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved