Virus Corona di Tarakan
Nakes Terpapar Covid-19 Masih Jalani Isoman, Dua Dokter Masih Dirawat di RSUD Tarakan
Sampai saat ini tenaga kesehatan dari RSUD Tarakan Provinsi Kaltara yang terpapar Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Sampai saat ini tenaga kesehatan dari RSUD Tarakan Provinsi Kaltara yang terpapar Covid-19 masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Tercatat pula berdasarkan informasi dari Plt Dirut RSUD Tarakan, dr. Franky, masih ada dua dokter sedang menjalani perawatan di RSUD Tarakan.
Dua dokter tersebut, kata dr. Franky, merupakan dokter umum dan dokter spesialis.
“Saat ini masih dalam perawatan. Kondisinya relatif baik,” ujar dr. Franky.
Adapun mereka yang terpapar berasal dari klaster dan juga memililki komorbid lebih banyak.
Baca juga: Vaksinasi Dosis Kedua Kembali Digelar di Tarakan, Sasar 500 Mahasiswa
“Dan masih monitor diawasi ketat semuanya, mereka pasien-pasien yang dirawat di ruang Tulip,” lanjut dr. Franky.
Ia menjelaskan, khusus beberapa pasien dengan memperlihatkan kondisi memiliki nafsu makan, maka artinya sudah ada harapan menuju kondisi lebih baik.
“Artinya ada nafsu makan. Orang sakit kalau sudah mau makan maka sudah mau membaik,” jelasnya.
Adapun saat ini rata-rata pasien dirawat di tingkatan ringan sedang dan sedang berat.
Lebih jauh, ia menyoal nakes terpapar selain dua dokter yang dirawat di RSUD, selebihnya menjalani isolasi mandiri.
“Ada mereka terpapar dua kali, bahkan terpapar kedua enjoy saja. Baru dua bulan sembuh, kena lagi,” ujarnya.
Baca juga: Targetkan Capaian Vaksinasi 80%, Jubir Satgas Covid-19 Beber Kaltara Defisit 523.075 Dosis Vaksin
Ia mengatakan, saat isoman kedua lebih terasa ringan. Itu dikarenakan mental pasiennya sudah siap.
“Makanya enjoy saja. Karena pengakuan mereka lebih ringan rasanya. Mungkin faktor stres berpengaruh terhadap kesembuhan pasien,” jelasnya.
Ia menambahkan, mereka yang terpapar dua kali, namun sebelum paparan kedua sudah pernah vaksinasi dosis kedua lebih sedikit gejalanya dirasakan.
“Termasuk dokter yang dirawat sudah vaksin dosis kedua tapi belum ikut vaksin ketiga atau boster,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/plt-dirut-rsud-tarakan-dr-franky-sientoro-trib.jpg)