Gaya Hidup
Harbolnas 9.9, Berburu Barang Bagus Tapi Murah, Kisah Pehobi Belanja Tunggu Promo iPhone 12 Rp 1.000
Harbolnas 9.9, Berburu Barang Bagus Tapi Murah, Kisah Pehobi Belanja Tunggu Promo IPhone 12 Rp 1.000
Di sisi lain, Nita seorang pedagang yang menggunakan marketplace untuk menjual bahan-bahan craft, mengatakan dirinya tidak memiliki persiapan khusus menyambut Harbolnas, terutama untuk promo atau potongan harga.
Hal ini dikarenakan ia pribadi rutin memberikan harga khusus bagi pelanggan yang membeli dengan total harga tertentu.
"Saya sebenarnya masih terbilang baru di dunia marketplace, yaitu baru berjalan 4 bulan. Meskipun memang tidak memiliki persiapan tertentu untuk menyambut Harbolnas, tapi saya akui jika penjualan dengan menggunakan marketplace cukup meningkatkan omzet saya khususnya bagi pasar lokal Balikpapan," ujarnya.
Nita mengatakan sejak menggunakan marketplace, ia pernah menjual hingga ke 10 orang pembeli.
"Padahal sebelumnya saya sudah 7 tahun melakoni bisnis ini dengan cara konvensional atau penjualan secara offline. Namun memang hampir jarang ada pembelian dengan jumlah sebanyak itu setiap hari. Jadi kalau saya pribadi merasa sangat terbantu dengan adanya marketplace ini. Bahkan kalaupun ada penambahan biaya yang harus penjual berikan kepada marketplace, menurut saya hal tersebut tidak terlalu besar dan masih bisa ditutup dengan keuntungan yang didapat," jelas Nita.
Hati-hati Penipuan
Selain sebagai pengguna aktif marketplace, Agatha mengatakan bahwa ia pernah menggunakan jasa salah salah satu marketplace untuk menjual iPod secondhand miliknya.
Sayangnya, saat itu ia harus tertipu dan mengalami kerugian senilai Rp 700 ribu.
"Saat itu penipuan dengan menggunakan kode OTP tidak terlalu banyak seperti saat ini, jadi memang informasi mengenai penipuan dengan modus tersebut tidak begitu diketahui oleh masyarakat," kenangnya.
Ia menceritakan saat menjual Ipod tersebut penipu itu mengatakan bahwa dirinya telah mengirimkan uang, namun Agatha harus terlebih dahulu memberikan kode OTP yang masuk melalui SMS ke ponselnya.
"Saat itu saya mengirimkan kode OTP dan tiba-tiba saldo saya berkurang. Penipu itu sempat menenangkan saya dan mengatakan bahwa ada cara untuk mengembalikan dana tersebut. Ia bahkan sempat mengirimkan foto KTPnya kepada saya, namun karena takut ditipu lebih jauh akhirnya saya memutuskan untuk merelakan uang tersebut," jelasnya.
Sejak saat itu Agatha mengaku dirinya sedikit trauma untuk menggunakan marketplace untuk menjual barang preloved-nya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/belanja-saat-harbolnas.jpg)