Breaking News:

Uang Palsu

Kronologi Penangkapan Pelaku Peredaran Uang Palsu, Berawal dari Mengungkap Kasus Curanmor

Pemalsuan uang yang dilakukan kedua pelaku berinisial SB (28) dan NA (24) berawal saat Unit Jatanras Macan Borneo Satreskrim Polresta Samarinda.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Dua pelaku peredaran uang palsu saat gelaran press rilis di Polresta Samarinda, Selasa (7/8/2021). Kanit Jatanras Macan Borneo Polresta Samarinda, Ipda Dovi Eudy terlihat membeberkan barang bukti yang diamankan dari pelaku. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemalsuan uang yang dilakukan kedua pelaku berinisial SB (28) dan NA (24) berawal saat Unit Jatanras Macan Borneo Satreskrim Polresta Samarinda akan mengungkap pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Korban tak lain adalah pemilik usaha tempat pelaku SB bekerja sebagai pengolah pentol.

Kepolisian yang mendapat laporan curanmor dari korbannya, bergegas mencari pelaku SB yang sedari awal sudah dicurigai mengambil motor jenis honda Vario KT 4480 CC berwarna merah silver

Saat itu, terparkir di kawasan Jalan Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Samarinda, Sasarannya Motor yang Tidak Terkunci Stang

Baca juga: Pencurian Motor di Samarinda Terekam Kamera CCTV, Polisi Berikan Tips Hindari Curanmor

Baca juga: Curanmor di Samarinda, Kunci Motor Korban Menempel, Pelaku Sigap Bawa Kabur

"Korban memarkir motor di halaman rumahnya. Pada pagi harinya (korban) menyadari motor sudah hilang. Modus pelaku sendiri menduplikat kunci motor korban," ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda melalui Kanit Jatanras Macan Borneo, Ipda Dovi Eudy, Selasa (7/9/2021) hari ini.

"Hubungan korban dan pelaku adalah rekan kerja, yang mana korban adalah atasan kedua pelaku," imbuhnya.

Modus menduplikat kunci motor korban sendiri, dilakukan pelaku SB dengan meminjam motor pelaku sebelum membawa kabur.

"Sebelumnya pelaku meminjam motor tersebut kemudian diduplikat kuncinya. Atas dasar laporan tersebut kami dari Macan Borneo bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di kos-kosannya (Jalan Rapak Indah)," ucapnya.

Pelaku SB sendiri dikatakan Ipda Dovi Eudey otak pelaku dari tindakan Curanmor ini, sedangkan AN sendiri ikut dalam aksi pencurian serta pemalsuan uang.

Unit Jatanras dan Eksus Satreskrim Polresta Samarinda akhirnya mengungkap tindak pidana pencurian sepeda motor dan uang palsu. 

Baca juga: Cegah Curanmor, Polsek Sungai Pinang Turun Langsung Imbau Warga untuk Pakai Kunci Ganda

Hasil motor pencurian sendiri dijual kedua pelaku ini melalui media sosial (medsos), dan dibagi dua, lalu untuk modal keduanya mencetak uang palsu.

"Dari hasil penangkapan dan penggeledahan di kost pelaku, kami menemukan beberapa bukti uang palsu (selain barang bukti motor). 

Jadi dari hasil curanmor kami menyita satu unit motor Honda Vario, kemudian ada satu sarana yang digunakan yakni motor Suzuki Spin.

Kemudian hasil curanmor itu dijual ke medsos dengan harga RP 2 juta. Hasilnya dibagi dua oleh pelaku.

"Kemudian SB membeli sebuah printer dari hasil curanmor untuk mengedarkan upal," pungkas Ipda Dovi Eudey. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved