Rabu, 6 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Ustadz Abdul Somad Dengar Julukan Terlengkap di Balikpapan, Mengaku Kenyang hingga Tak Perlu Sarapan

Ustadz Abdul Somad atau biasa disapa UAS diketahui mengimami shalat subuh berjamaah yang ditutup dengan tausiyah di Masjid Agung At-Taqwa.

Tayang:
Editor: Heriani AM
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Suasana saat Ustadz Abdul Somad atau UAS, mengisi tausiyah usai menunaikan sholat subuh berjamaah di Masjid Agung At-taqwa Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (7/9/2021) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ustadz Abdul Somad mendengar julukan terlengkap untuk dirinya di Balikpapan.

Setelah mendengar julukan tersebut, Ustadz Abdul Somad mengaku kenyang hingga tak perlu sarapan.

Ustadz Abdul Somad atau biasa disapa UAS diketahui mengimami shalat subuh berjamaah yang ditutup dengan tausiyah di Masjid Agung At-Taqwa, Selasa (7/9/2021) pagi tadi.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Isi Tausiyah di Masjid Agung At Taqwa Balikpapan

Baca juga: Berkunjung ke Balikpapan, Ustadz Abdul Somad Cukur Rambut di Tempat tak Ber-AC Pinggir Jalan

Baca juga: Sempat Menyangka akan Meninggal, Ustadz Abdul Somad Tulis Wasiat untuk Anak Saat Positif Covid-19

Dalam kesempatan tausiyah tersebut, Ketua Masjid Agung At-Taqwa, Solehuddin Siregar menyampaikan sambutannya sebelum UAS mengisi tausiyah.

Kata Siregar, sebuah kehormatan bagi masyarakat Balikpapan kedatangan ustadz kondang seperti UAS.

Pasalnya, kedatangan UAS bukan karena diundang secara khusus untuk mengisi tausiyah di Balikpapan.

"Pak Kyai Ustadz Abdul Somad hadir di tengah-tengah kita bukan untuk sholat subuh di masjid ini. Melainkan tujuan lain. Karenanya, mumpung dia ke Kaltim, tak ada salahnya kita undang untuk mengimami sekaligus mengisi tausiyah di sini," ujar Siregar.

Pada kesempatan itu, Siregar sendiri sempat memanggil UAS dengan 5 titel atau julukan sekaligus.

Di antaranya Syaikh, Doktor, Ustadz, Kyai, dan tuan guru.

Baca juga: Kabar Ustadz Abdul Somad Diungkap Sahabat, Pasca Diisukan Terpapar Covid-19 hingga Tulis Wasiat

Bagi UAS, panggilan tersebut merupakan julukan terlengkap yang pernah ia dengar untuk disematkan pada dirinya.

"Lengkap. Kenyang dengarnya, tak perlu sarapan," tutur UAS.

Tak sampai di situ, UAS menerangkan berbagai latar belakang julukan tersebut bisa sampai ke Indonesia, dengan gaya khasnya ketika mengisi ceramah.

Dimulai dari sebutan ustadz yang ternyata merupakan bahasa Persia, bukan bahasa Arab.

Dimana julukan ustadz berarti ialah guru besar.

Hingga julukan kyai, kata UAS, awalnya ditujukan untuk benda-benda pusaka maupun hewan unik di tanah Jawa.

Dan pada akhirnya, agama Islam masuk ke tanah Nusantara, terjadilah pertukaran budaya yang kemudian menggeser pemaknaan 5 julukan itu.

"Kenapa saya jelaskan julukan yang disebut Ketua Masjid tadi? Tak ada, teringat saja mau menjelaskan. Kalau dihitung-hitung, unik ini," tukas UAS sambil menyungging senyumnya.

Baca juga: Hukum Memotong Kuku dan Rambut Ketika Berkurban, Simak Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Cukur Rambut di Pinggir Jalan

Berkunjung ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Ustadz Abdul Somad alias UAS menyempatkan diri untuk mencukur rambut di pangkas rambut pinggir jalan.

Bukannya salon mewah, Ustadz Abdul Somad sengaja memilih pangkas rambut biasa yang berada di pinggir jalan.

Bahkan pangkas rambut yang didatangi Ustadz Abdul Somad itu belum dapat pelanggan sejak pagi.

Hal itu diketahui dari postingan terbaru Ustadz Abdul Somad di Instagram resminya.

Pada foto yang diunggah, tampak pangkas rambut yang dikunjungi UAS terlihat sederhana.

Dindingnya terbuat dari papan, tanpa AC, dan dilengkapi televisi tabung berukuran kecil.

Netizen banyak yang bertanya-tanya di mana lokasi pangkas rambut tersebut.

Namun, di kolom komentar, salah seorang netizen asal Balikpapan menjelaskan jika lokasi tersebut berada di persimpangan jalan wilayah Sungai Ampal dan Sumber Rejo.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Resmikan Ponpes di Waru Penajam Paser Utara, Ingatkan Dampak Medsos

Ada juga yang menjelaskan kalau pemilik pangkas rambut tersebut orangnya ramah.

Tarif cukur rambut pun terbilang murah, hanya Rp 20 ribu.

Pada keterangan unggahannya, Ustadz Abdul Somad mengungkap alasan kenapa dirinya mau cukur rambut di tempat tersebut.

Diketahui, Ustadz Abdul Somad ternyata meminta rekannya untuk dicarikan tukang pangkas rambut yang kurang bagus dan kemungkinan belum mempunyai pelanggan sama sekali sejak pagi.

Ustadz Hatta, rekan dari Ustadz Abdul Somad akhirnya mengajak sang ustadz berkeliling Balikpapan untuk menemukan tempat yang direquest tersebut.

Diceritakan, UAS sengaja mencari tempat pangkas rambut yang kurang bagus lantaran tempat yang bagus sudah pasti mempunyai pelanggan yang banyak.

Paling tidak, UAS bisa membantu mereka (pelaku usaha kecil) biar lebih semangat.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Hatta sempat bertanya kepada tukang cukur apakah kenal dengan sosok yang dilayaninya.

Tukang cukur tersebut menjawab, "Ya, tapi ragu, malu kalau salah. Tapi memang sudah lama ingin jumpa," jawabnya.

"Kalau jumpa, abang mau nanya apa?," timpal Ustadz Hendri, rombongan UAS.

"Ada satu. Tapi sudah terjawab di video Ustadz Somad. Tentang gadai sawah. Anak saya masuk pondok. Saya takut anak saya makan haram," jawab tukang cukur tersebut.

Berikut tulisan lengkap Ustadz Abdul Somad yang dikutip dari Instagram resminya:

"Ustadz Hatta, tolong carikan tukang pangkas yang tempatnya kurang bagus. Yang kira-kira dari pagi dia belum dapat pelanggan".

Ustadz Hatta pun mengajak saya keliling Balikpapan. Hampir semua tempat bagus-bagus.

Akhirnya, kami sampai pada satu tempat, dinding papan, tidak pakai AC.

Baca juga: Resepsi Pernikahan Ustadz Abdul Somad dan Istri di Gontor, Tamu Dapat Suvenir Karya Fatimah Az Zahra

Bismillah, kita turun di sini.

Sebelum selesai, Ustadz Hatta bertanya, "Kenal Bang".

"Ya, tapi ragu, malu kalau salah. Tapi memang sudah lama ingin jumpa", jawab si abang.

"Kalau jumpa, abang mau nanya apa?", kata Ustadz Hendri.

"Ada satu. Tapi sudah terjawab di video Ustadz Somad. Tentang gadai sawah. Anak saya masuk pondok. Saya takut anak saya makan haram", jawabnya.

Allahu Akbar, masih ada orang-orang yang hatinya dijaga Allah, masih ada rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Mengapa mesti mencari tempat potong rambut yang dinding kayu di tepi jalan?

Karena tempat yang bagus-bagus itu pelanggannya sudah banyak. Sedangkan tempat-tempat yang kurang layak, panas, kurang pelanggan, paling tidak kita bisa bantu mereka dengan semangat.

Surprise, membuat detak jantung mereka merasakan sesuatu yang baru.

Menyenangkan hati orang juga bagian dari amal sholih.

Ketika hati mereka senang, bahagia, spontan lidah dan hatinya yang tulus berdoa, terketuk pintu-pintu langit menurunkan rahmat dan barokah. (*)

Baca juga: Terdapat 2 Lapis Penjagaan di Pernikahan Ustadz Abdul Somad, Sejumlah Artis Hadir di Resepsi

Baca juga: Utamakan Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Baca juga: Mengapa Israel Tak Dibinasakan Seperti Kaum Ad & Tsamud? Menangis Ustadz Abdul Somad Beri Jawaban

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved