Jumat, 10 April 2026

Berita Paser Terkini

Wabup Ingatkan IDI Paser Respek pada Kepekaan Sosial, Bantu Wujudkan Visi Daerah

Komitmen dokter Indonesia merawat Indonesia dengan cara menyehatkan dan memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan tidak diragukan lagi

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser 2021-2024, yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf mewakili Bupati Paser dr Fahmi Fadli, beserta perwakilan Forkopimda lainnya, di Pendopo Bupati Paser. Minggu (12/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Komitmen dokter Indonesia merawat Indonesia dengan cara menyehatkan dan memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan tidak diragukan lagi apa lagi pada masa pendemi Covid-19.

Hal Itu dipertegas Wakil Bupati atau Wabup Paser Hj Syarifah Masitah Assegaf, saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser, periode 2021-2024, di Pendopo Bupati Paser. Minggu (12/9/2021).

Dokter yang menyehatkan dan memberdayakan ini dapat ditunjukkan dan dibuktikan di tengah masyarakat menjadi pusat pemberdayaan.

"Di tengah fasilitas pelayanan kesehatan menjadi penggerak pelayanan kesehatan  dan di tengah problematika kesehatan dokter menjadi pemecah masalah kesehatan," tegas Masitah, mewakili Bupati Paser dr Fahmi Fadli.

Berdasar dari komitmen tersebut, dokter Indonesia harus mempunyai kepekaan atas persoalan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Tekan Kasus Covid-19, IDI Paser Buka Pelayanan Konsultasi Khusus Isolasi Mandiri

Baca juga: Bupati Inginkan IDI Paser Tetap Jadi Pioner dalam Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Baca juga: IDI Paser Siap Fasilitasi Tenaga Dokter untuk Petiku

Satu hal yang selalu menjadi catatan penting, dibalik tuntutan untuk hidup sejahtera bersama keluarga tercinta, para dokter juga dituntut mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menolong sesama.

"Jangan sampai terjadi sebuah persepsi yang salah terbangun di masyarakat kita, bahwa hubungan dokter pasien adalah hubungan transaksional, yang berorientasi utama ekonomi," imbuh Wabup Paser.

Jika hal itu berkembang di masyarakat, sambungnya, maka yang terjadi kemudian adalah sedikit demi sedikit akan menggerus kepekaan sosial, berdampak pada nilai-nilai keluhuran profesi dokter yang menjadi terganggu.

"Saya mengharapkan agar IDI Paser ini bisa membangun semangat baru untuk terus meningkatkan profesionalisme dokter Indonesia dan etika moralnya tetap terjaga," jelas Masitah.

Semangat itu dinilai sangat bagus karena berarti akan memberi harapan kepada seluruh masyarakat, utamanya orang-orang kecil yang membutuhkan pertolongan.

Baca juga: Sepeda Santai IDI Paser Bertabur Doorprize

Satu hal yang penting sehingga membuat dokter di Paser tidak bisa dipisahkan dengan orang yang membutuhkan, utamanya pada warga kurang mampu yang sejatinya bisa menjadi guru kehidupan.

"Mereka adalah guru yang tak pernah mengeluh, marah, dan lelah mengajarkan ilmu kepada kita betapa nilai kemanusiaan tak bisa dibayar dengan apapun, saya harap semua anggota IDI Paser memahami hal ini, termasuk para dokter umum, dokter spesialis atau dokter sub spesialis," kata Masitah.

Wabup juga mengimbau IDI Paser agar dalam menjalankan profesinya, dapat menjadi bagian dari komponen yang mendukung terwujudnya visi Paser MAS (Maju, Adil, dan Sejahtera).

"Terus tingkatkan kompetensi para dokter di Paser, supaya memiliki daya saing tinggi untuk mendukung fasiltas serta teknologi yang terus berkembang," harapnya.

Wabup juga menyampaikan terimakasihnya pada pengurus yang digantikan hari ini, atas kerja, dedikasi dan loyalitas pada IDI Paser, yang terus tumbuh dan memberikan kontribusinya untuk membangun masyarakat yang sehat di Kabupaten Paser.

Baca juga: IDI Paser Dukung Persalinan Gratis

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved