Virus Corona di Kubar

Kadinkes Kutai Barat Ajak Warga Perangi Hoax Soal Informasi Vaksin di Media Sosial

Penyebaran berita bohong alias informasi hoax di media sosial menjadi penyebab masyarakat tidak mau ikut divaksinasi. 

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama memerangi informasi hoax dan tidak mudah percaya dengan berita yang beredar di media sosial. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Penyebaran berita bohong alias informasi hoax di media sosial menjadi penyebab masyarakat tidak mau ikut divaksinasi. 

Apalagi pada berita hoax tersebut tanpa dasar yang jelas membeberkan secara vulgar terkait dampak negatif yang dirasakan masyarakat setelah disuntik vaksin Covid-19.

Informasi menyesatkan itu rupanya membuat Dinas Kesehatan Kutai Barat juga ikut resah terlebih lagi pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mengejar target capaian program vaksinasi Covid-19 di masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, dr Ritawati Sinaga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama memerangi informasi hoax dan tidak mudah percaya dengan berita yang beredar di media sosial.  

"Kita harus sama-sama memerangi info hoax di media sosial. Karena dikatakan di media sosial sudah divaksin kok masih terkena Covid-19,” kata dr Ritawati Sinaga, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Kasus Kematian Sudah Capai 256 Orang, Program Vaksinasi Covid-19 di Kubar Dipercepat 

Baca juga: Vaksinasi Beradat Polres Kutai Barat Diserbu Masyarakat Hingga Pelajar, Sediakan 1200 Dosis Vaksin 

Baca juga: Kepala SMAN 1 Tanah Grogot Apresiasi Pelaksanaan Vaksinasi yang Dilakukan Polres Paser

Terkait kasus kematian, menurut dr Rita Sinaga, sudah menjadi takdir yang tidak bisa ditentang.

Namun upaya vaksinasi harus dilakukan dan telah menjadi program pemerintah.

“Itu sudah menjadi takdir upaya vaksinasi harus kita lakukan dan vaksin itu pun halal,” ucapnya tegas.

Terpisah Sekdakab Kutai Barat, Ayonius menegaskan dalam upaya penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan kerja sama, tidak saja dibebankan kepada pemerintah.

Dia mencontohkan salah satunya adalah  isolasi mandiri agar tidak hanya menjadi tumpuan ke pemerintah kabupaten saja mengingat kondisi geografis di Kutai Barat berada pada jarak yang sangat jauh dan cukup sulit dari jangkauan kota-kota besar.

“Kecuali kalau pasiennya sudah fatal itu harus isoman ke rumah sakit sebab kalau setiap pasien dirujuk ke rumah sakit bisa tak tertangani karena jauh jaraknya,” tutur Ayonius.

Dia mengatakan dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Virus Corona di Kutai Barat, seluruh elemen masyarakat termasuk pihak kecamatan dan pemerintah Kampung harus membangun koordinasi yang baik dan harus cepat tanggap. 

Baca juga: Binda Kaltim Gelar Vaksinasi Door To Door di Eks Lokasi Kebakaran Baru Ulu Balikpapan

"Untuk penanganan lebih cepat dan terdekat, maka dilakukan oleh pemerintah kampung berkoordinasi dengan petugas kesehatan di puskesmas pembantu," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved