Kamis, 16 April 2026

Aplikasi

Muncul Situs Pedulilindungi Palsu, Begini Cara Membedakan dengan Website yang Asli

Akan tetapi, baru-baru ini beredar situs palsu yang mengatasnamakan Pedulilindungi, yaitu pedulilindungia.com.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Doan Pardede
(Tribunnews.com/Arif Fajar N)
Aplikasi PeduliLindungi halaman login, waspada muncul website pedulilindungi palsu, begini cara membedakan dengan yang asli. 

Luhut mengatakan, penyimpanan data aplikasi PeduliLindungi dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Baca juga: Mengenal Penerapan Protokol Kesehatan Digital via Aplikasi PeduliLindungi

Sementara, penanganan keamanan data dibantu oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah perbaikan agar kelancaran penggunaan PeduliLindungi ini semakin baik," ujar Luhut.

Luhut mengatakan, per 5 September 2021 total penduduk yang melakukan screening menggunakan PeduliLindungi mencapai 21 juta jiwa.

Screening dilakukan di berbagai sektor publik seperti pusat perbelanjaan, industri, hingg olahraga.

Dari angka itu, 761.000 orang masuk kategori merah sehingga tidak diperkenankan masuk atau melakukan aktivitas di tempat publik oleh sistem PeduliLindungi.

Kategori merah berarti seseorang belum divaksinasi Covid-19 atau bisa juga dalam kondisi terpapar atau kontak erat dengan pasien virus corona.

Tak hanya itu, Luhut mengungkap, ada ribuan orang yang berstatus positif dan kontak erat dengan pasien Covid-19 mencoba melakukan aktivitas di ruang publik.

"Terdapat 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat untuk mencoba melakukan aktivitas publik," ujarnya.

Ke depan, kata Luhut, pemerintah bakal menindak warga yang masuk dalam kategori hitam PeduliLindungi tetapi masih berusaha melakukan aktivitas di area publik.

Baca juga: Ini Cara Mudah Scan QR Code di Aplikasi PeduliLindungi, Warna Hijau Artinya Anda Boleh Masuk Mal

Orang tersebut bakal di bawa ke fasilitas isolasi terpusat demi menjaga dan melindungi masyarakat dari penularan virus corona.

"Karena kalau tidak mereka akan membangun klaster baru lagi di berbagai tempat atau di keluarganya sendiri," kata Luhut.

Adapun warna hitam pada aplikasi PeduliLindungi menandai individu positif Covid-19 dan kontak erat dengan pasien virus corona. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved