Breaking News:

Virus Corona di Berau

Pasien Positif Covid-19 Berstatus Ibu Menyusui, Boleh Berikan ASI pada Bayinya sebagai Antibodi

Beberapa kali Dinas Kesehatan Berau menemukan kasus positif yang menyerang ibu yang masih menyusui. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelask

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi. Ia menjelaskan dalam kondisi kasus positif yang menyerang ibu yang masih menyusui, dengan terpaksa balita masih harus ikut isolasi dengan sang ibu, baik secara mandiri maupun di rumah sakit. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Beberapa kali Dinas Kesehatan Berau menemukan kasus positif yang menyerang ibu yang masih menyusui.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelaskan dalam kondisi tersebut, dengan terpaksa balita masih harus ikut isolasi dengan sang ibu, baik secara mandiri maupun di rumah sakit.

Adanya beberapa kasus tersebut, hal itu menjadi dilematis bagi pihaknya, dan memerlukan penanganan ekstra.

“Ada rasa khawatir karena sang anak berpotensi tertular, tetapi tidak bisa dipisahkan dari sang ibu karena masih dalam masa menyusui,” jelasnya, Senin (13/9/2021).

Pihaknya meminimalisir penularan, dengan memberikan edukasi kepada orangtua tentang bagaimana merawat anak dalam ruang isolasi.

Baca juga: Bupati Berau Kunjungi 8 Anak Yatim Pasca Ditinggal Orangtua Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Polres Gandeng IMM dan Komunitas Ngapak Vaksinasi Covid-19 Warga Berau

Baca juga: Polres Paser Vaksinasi Covid-19 Capai 4 Ribu Lebih Dosis Disalurkan ke Warga

Kemudian, anak tersebut juga harus dilakukan pemantauan secara rutin agar perawat tahu betul kondisi terkini dari sang anak.

“Tapi alhamdullilah tidak ada penularan karena orangtuanya sudah paham,” ucapnya.

Namun, lanjut Iswahyudi, hal tersebut menjadi wajar.

Sebab, penyebaran Covid-19 bukan dari Air Susu Ibu (ASI), tetapi dari saluran pernapasan, sehingga pihaknya terus mengingatkan agar jangan sampai membuka masker saat dekat dengan anak.

Karenanya, ada beberapa cara untuk meminimalkan penularan. Jika terpaksa harus menyusui langsung, maka wajib menggunakan masker.

“Sedangkan jika memungkinkan, memberikan ASI perah akan lebih dianjurkan,” ungkapnya.

Menurutnya yang justru bisa ditransmisikan melalui ASI adalah antibodi yang merupakan salah satu komponen kekebalan tubuh.

Antibodi terbentuk ketika seseorang terinfeksi.

Baca juga: Kasus Kematian Sudah Capai 256 Orang, Program Vaksinasi Covid-19 di Kubar Dipercepat 

"Ibu sakit, kan dalam tubuhnya selain ada kuman sebenarnya badannya juga transfer untuk memproduksi antibodi. Biasanya ASI itu justru bisa saja mengandung antibodi terhadap virusnya itu. ASI pada saat meski ibunya dalam posisi terpapar Covid-19 masih boleh diberikan," bebernya.

Dengan alasan itu pula, rekomendasi yang berlaku saat ini telah memperbolehkan ibu menyusui untuk mendapat vaksin Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved