CPNS 2021 Kaltara
Ini Alasan Panitia SKD CPNS Kaltara Tidak Sediakan Swab Antigen Gratis
Diikuti 5. 286 peserta, SKD CPNS Kaltara akan berlangsung selama sekitar satu bulan, atau hingga 11 Oktober mendatang.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD CPNS Kaltara berlangsung pada hari ini.
Diikuti 5. 286 peserta, SKD CPNS Kaltara akan berlangsung selama sekitar satu bulan, atau hingga 11 Oktober mendatang.
Bertempat di Gedung Computer Assisted Test atau CAT BKD Kaltara di Jalan Durian, Tanjung Selor.
Pada pelakasanaan seleksi, pihak panitia menyediakan fasilitas swab antigen yang lokasinya tidak jauh dari Gedung CAT, yakni berada di seberangnya tepatnya di halaman parkir Universitas Kaltara.
Bagi peserta yang hendak melakukan swab antigen tersebut, dikenakan biaya sebesar Rp90.000.
Baca juga: Jika Terkonfirmasi Positif Covid-19 Saat Test SKD CPNS 2021, BKPSDM Balikpapan Ajukan Jadwal Ulang
Baca juga: Panitia SKD CPNS Kaltara Pastikan Terima Hasil Swab dari Klinik Lainnya
Baca juga: LENGKAP NILAI Ambang Batas PPPK/P3K dan PG/Passing Grade SKD CPNS 2021, Materi Soal & Jadwal Seleksi
Menurut Kabid Perencanaan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara M Gozali, pihaknya tidak mampu memfasilitasi swab antigen secara cuma-cuma, lantaran keterbatasan anggaran yang ada.
"Kami tidak ada, karena berapa banyak kebutuhan anggarannya," kata M Gozali, Selasa (14/9/2021).
Menurutnya dengan jumlah peserta yang cukup banyak, maka kebutuhan anggaran tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pihaknya.
"Kalau ada 5.000 peserta, butuh berapa banyak anggarannya," tambahnya.
Banyaknya jumlah peserta menjadi salah satu perbedaan fasilitas swab antigen, antara seleksi CPNS dengan PPPK Guru.
Baca juga: LENGKAP Jadwal Tes SKD CPNS 2021, Persyaratan & Pengumuman Hasil, Latihan Soal & Materi TWK TIU TKP
Peserta seleksi PPPK Guru difasilitasi swab antigen secara gratis yang dapat dilakukan H-1 jelang pelaksanaan ujian, dan lokasi swab antigen dapat dilakukan di Puskesmas Tanjung Selor ataupun di Dinkes Bulungan.
"Beda dengan PPPK Guru, di sana itu sedikit pesertanya, dan aturannya juga berbeda," katanya.
Diketahui, setiap peserta SKD CPNS Kaltara diwajibkan untuk menunjukan beberapa dokumen jelang melaksanakan ujian.
Salah satu yang diwajibkan ialah menunjukan hasil negatif Covid-19, rapid antigen yang dilakukan maksimal 1x24 Jam
sebelum ujian berlangsung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/mgozali.jpg)