Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Kunjungi Beberapa Sekolah, Kadisdik Kutai Timur Periksa Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

Dengan penurunan level ini, beberapa kebijakan mulai mengalami kelonggaran seperti salah satunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, Syahrir melakukan kunjungan ke SDN 001 Sangatta Utara, Selasa (14/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Kabupaten Kutai Timur akhirnya turun menjadi Level 3.

Dengan penurunan level ini, beberapa kebijakan mulai mengalami kelonggaran seperti salah satunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Oleh karenanya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Syahrir melakukan kunjungan ke beberapa sekolah guna mempersiapkan penerapan PTM tersebut.

"Kami turun ke lapangan meninjau TK, SD, hingga SMP untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kelengkapan sekolah untuk nantinya bisa menggelar tatap muka," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa persiapan PTM sebenarnya sudah dilakukan oleh berbagai unit pendidikan di Kabupaten Kutai Timur.

Baca juga: Update Covid-19 Kutai Timur Senin 13 September, Kasus Aktif Sisa 299, Ada 4 Kecamatan Zona Hijau

Baca juga: Ratusan Pelajar Terima Vaksin di Gedung PKK Kutai Timur, Kadinkes Target 100 Persen Sebelum PTM

Baca juga: Evaluasi Perkembangan Covid-19 Kutim ke-16, Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 20 September 2021

Unit pendidikan sebelumnya telah melengkapi berbagai persyaratan protokol kesehatan disertai dengan surat pernyataan bahwa sekolah tersebut siap menjalankan pembelajaran secara luring.

Selain fasilitas, salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga pendidik dan pelajar.

Vaksinasi terhadap tenaga pendidik di Kabupaten Kutai Timur hampir rampung, sehingga faktor ini dipastikan dapat menunjang pelaksanaan PTM.

Kepada kepala sekolah, Kadisdik meminta agar kegiatan sterilisasi dilakukan secara berkala, baik sebelum maupun sesudah kegiatan belajar mengajar apabila PTM diterapkan.

"Setiap ruangan wajib disteril secara berkala, karena anak-anak inikan aktif melakukan kegiatan sehingga harus diilakukan sterilisasi di ruangan-ruangan," ucapnya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kutim, Kecamatan Sandaran Zona Hijau, Sisa 325 Kasus Aktif Covid-19

Kendati persiapan telah lama dilakukan sekolah-sekolah di Kutai Timur, penentuan akankah PTM diberlakukan menjadi keputusan dari pimpinan daerah.

Tentunya, masih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan oleh pimpinan daerah mengingat penerapan PTM memiliki resiko yang sangat besar di tengah pandemi Covid-19 ini. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved