Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Selama PJJ, Banyak Siswa Mengalami Learning Loss, SD 001 Bontang Utara Gunakan Kurikulum Darurat

Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, banyak siswa di Bontang mengalami Learning Loss

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Yani, Kepala Sekolah SD Negeri 001 Bontang Utara. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring, banyak siswa di Bontang mengalami Learning Loss.

Hal itu diungkapkan Yani, Kepala Sekolah SD Negeri 001 Bontang Utara, Selasa (14/9/2021).

Learning loss ini disebut karena siswa kehilangan atau ketinggalan pelajaran selama penerapan pembelajaran daring.

Hal itu dibuktikan ketika pihak sekolah menerapkan tes Diagnostik awal pada Minggu kedua di bulan Juli lalu.

Tujuan tes diagnostik ini untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang dengan kondisi dan kompetensi peserta didik.

Baca juga: Dampak Pembelajaran Jarak Jauh pada Kecerdasan Siswa Dibahas di Mata Najwa, Materi di Sekolah Pudar

Baca juga: Pembelajaran Jarak Jauh Masih Lanjut, Anggota DPRD Kutim Minta Disdik Evaluasi

Baca juga: Resmi Dibuka, 218 CPNS Kota Samarinda Ikuti Latsar Melalui Pembelajaran Jarak Jauh

"Jadi kami minta kepada orangtua siswa, agar untuk tidak membantu anaknya. Dari hasil itu, 30 hingga 40 persen siswa mengalami learning loss," sebutnya.

Yani menuturkan, adapun materi yang diberikan saat diagnostik awal ialah, 50 persen materi pelajaran di tahun lalu dan 50 materi yang tengah berjalan tahun ini.

Misalnya, siswa kelas empat SD, diberikan pelajaran kelas tiga SD sebanyak 50 persen dan 50 persennya materi kelas empat.

"Karena hasilnya dibawah 50, kami putuskan untuk menggunakan kurikulum darurat. Supaya siswa tidak merasa terbebani. Takutnya jika menggunakan kurikulum normal pelajar merasa tertekan nanti," paparnya.

Lebih jauh Yani menyebutkan, bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus, pihak sekolah pun memberikan perhatian berupa tes psikologi.

Baca juga: Survei ke Kediaman Siswa di Malinau, Semangat Belajar jadi Persoalan Pembelajaran Jarak Jauh

Disebutkan ada delapan siswa yang menjalani tes. Seluruh siswa itu diberi bebera rekomendasi saran untuk meningkatkan kerjasama antar murid yang dibimbing oleh orangtua masing-masing.

"Hasil psikologi dari Bontang Assessment Center,  beberapa saran untuk anak dengan kebutuhan khusus baik orangtua maupun sekolah agar bisa saling bekerja sama," tutup Yani. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved