Virus Corona di Kaltim
Mengenal Aplikasi e-Pintar Solusi Menghadapi Tantangan Pembelajaran Kala Pandemi Covid-19
Wabah Virus Corona memberi dampak terhadap pola hidup masyarakat, termasuk warga di Provinsi Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pandemi Covid-19 melanda berbagai negara, termasuk di negara Republik Indonesia.
Wabah Virus Corona memberi dampak terhadap pola hidup masyarakat, termasuk warga di Provinsi Kalimantan Timur.
Hampir seluruh kabupaten dan kota terkena pandemi Covid-19, tentu saja ini membuat perubahan juga, satu di antaranya di sektor pendidikan.
Sebagai langkah alternatif, sistem belajar mengajar banyak mengadopsi sistem teknologi demi menangkal agar tidak menyebar luas virus Corona.
Baca juga: Satgas Covid-19 Kutim Membolehkan Pembelajaran Tatap Muka Bersyarat
Baca juga: Kunjungi Beberapa Sekolah, Kadisdik Kutai Timur Periksa Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka, SDIT Cahaya Fikri Bontang Fokus Edukasi Prokes Covid-19 ke Siswa
Satu di antaranya meluncurkan aplikasi yang bermanfaat dalam dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19.
Ialah Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981.
Pada Selasa 14 September 2021, meluncurkan platform e-PINTAR, suatu inovasi pengembangan profesi kependidikan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan diri secara terus menerus bagi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut CEO Global Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo, teknologi merupakan enabler (alat bantu) yang mempunyai daya ungkit yang besar untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca juga: Tanoto Foundation Dukung Penanganan Covid-19, Berikan APD ke Rumah Sakit di 3 Wilayah
Kelebihan inilah yang mendorong Tanoto Foundation dalam pemanfaatan teknologi untuk pelatihan berbasis digital berskala besar dan penyebaran praktik baik pengajaran.
“e-PINTAR ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama di area pengembangan kompetensi guru. Kami percaya guru harus jago memanfaatkan teknologi untuk belajar, agar mampu mendampingi siswanya yang digital native,” ungkap Satrijo ketika membuka acara peluncuran e-PINTAR.
Guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia dapat mengakses platform e-PINTAR secara fleksibel, lintas waktu dan geografi.
Konsep e-PINTAR menyediakan ruang bagi para peserta untuk berkomunikasi dengan fasilitator dan guru-guru peserta lainnya untuk saling belajar.
Baca juga: Platform Digital Kukar Pintar dan Cerdas, Mitra Terbaik Tanoto Foundation Seluruh Indonesia
Tanoto Foundation berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus menerus atas konten e-PINTAR
agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan.
Sebagai platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, e-PINTAR telah diujicoba pada bulan April 2021 oleh 500 guru di Indonesia, terutama yang berasal dari daerah yang belum bermitra dengan Program PINTAR.
Setelah mengikuti uji coba, 98,1 persen peserta menyatakan e-PINTAR meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptasi dalam penggunaan teknologi.
Konten e-PINTAR diharapkan menjadi kontribusi peningkatan kapasitas guru melalui berbagai
fitur seperti video dan kuis interaktif, artikel bacaan, penugasan, hingga forum diskusi.
Baca juga: Tatap Bonus Demografi, Tanoto Foundation Kalimantan Timur Bekali SMP dan MTs di Paser dengan MIKIR
Klinik pemantapan materi dimana peserta dapat berkomunikasi dengan fasilitator juga diharapkan
memberikan pemahaman lebih lanjut berkaitan dengan modul yang dipelajari dalam ePINTAR.
Peserta juga akan mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan semua aktivitas pelatihan dalam platform e-PINTAR.
Kehadiran e-PINTAR turut diapresiasi oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril Ph.D.
Menurut Iwan, e-PINTAR merupakan solusi untuk menghadapi tantangan pembelajaran di masa pandemi.
“Saya sangat mengapresiasi upaya dari Tanoto Foundation yang telah menciptakan program
e-PINTAR berbasis digital yang akan dapat diakses seluas-luasnya melalui pintartanoto.id," ujarnya
Program ini memberi kesempatan pada guru-guru untuk terus melakukan pembelajaran.
"Berlatih secara mandiri melalui learning management system,” tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tanoto-foundation-belajar-darling.jpg)