Breaking News:

Virus Corona di Nunukan

Satu Peserta Seleksi PPPK Guru di Nunukan Meninggal, 6 Positif Covid-19

Satu peserta PPPK Fungsional Guru tahun 2021 di Nunukan dikabarkan meninggal dunia, Selasa (14/9/2021), dini hari.

TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Kadisdikbud Nunukan Junaidi memantau langsung pelaksanaan ujian PPPK Guru hari pertama di SMKN 1 Nunukan. TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Satu peserta PPPK Fungsional Guru tahun 2021 di Nunukan dikabarkan meninggal dunia, Selasa (14/9/2021), dini hari.

Diberitakan sebelumnya, seorang guru honorer di SDN 008 Tulin Onsoi, bernama Adi tidak dapat mengikuti ujian seleksi PPPK Guru di SMKN 1 Nunukan. Hal itu lantaran peserta PPPK yang bersangkutan, dikabarkan sakit pada malam harinya.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Nunukan Ridwan.

"Iya betul, meninggalnya kemarin (Selasa) dini hari di RSUD Nunukan. Kami sempat ke rumah sakit juga lihat," kata Ridwan kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/09/2021), pukul 11.00 Wita.

Menurutnya, peserta Adi harusnya mengikuti ujian seleksi PPPK sesi pertama di SMKN 1 Nunukan pada pukul 08.00 Wita.

Baca juga: CPNS Kaltara, 36 Peserta Tak Hadir di Hari Pertama Seleksi PPPK Guru, Ada yang Positif Covid-19

Baca juga: Hari Pertama Seleksi PPPK Guru di Kaltara, Gubernur Zainal Harap Semua Peserta Bisa Lolos

Baca juga: Jadwal Seleksi PPPK di SMKN 1 Nunukan, Peserta Wajib Tes Swab Antigen secara Gratis

"Harusnya dia Senin pagi ujian sesi pertama. Malam hari sakit di tempat nginapnya di Nunukan. Jadi keluarga langsung bawa ke rumah sakit," ucapnya.

"Dokter belum memberitahukan penyakit yang bersangkutan. Kemarin keluarga sudah membawanya pulang untuk dimakamkan di Desa Kekayap, Sebuku," tambahnya.

Ridwan membeberkan, peserta PPPK Guru tersebut merupakan guru honorer di SDN 008 Tulin Onsoi, namun mendaftar di SMPN 007 Lumbis. Hal itu karena di sekolah tempat dia mengajar tidak ada formasi guru Penjaskes.

"Dia mendaftar di SMPN 007 Lumbis, karena di sekolah tempat dia mengajar tidak ada formasi guru Penjaskes," ujarnya.

Peserta PPPK Yang Positif Covid-19 dan Tanpa Keterangan Ikut Ujian Susulan

Baca juga: Peserta Seleksi PPPK Guru Sebanyak 1.522, Disdikbud Kaltara Prediksi Ujian Berakhir Hari Kamis

Terpisah, Penanggung Jawab Tempat Ujian Kompetensi, Mahfuz, mengatakan total peserta PPPK Guru di Nunukan yang lulus administrasi sebanyak 551 orang.

Namun, tak semua peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Hingga hari ini, kata Mahfuz sebanyak 6 Peserta terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab Antigen yang dilakukan di lokasi ujian. Sementara itu, 5 peserta tanpa keterangan.

"Hari pertama ujian, tanpa keterangan ada 4 orang. Terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3 orang dan sakit 1 orang. Hari kedua, 1 peserta terkonfirmasi positif Covid-19. Hari ketiga, ada dua orang yang positif Covid-19 dan 1 peserta tanpa keterangan," tutur Mahfuz saat ditemui di lokasi ujian.

Terhadap peserta PPPK baik yang terkonfirmasi positif maupun yang tanpa keterangan, akan diusulkan ujian susulan pada 18 September mendatang.

Baca juga: Guru Honorer di Perbatasan Nunukan Ingin Tes Seleksi PPPK Diberi Dispensasi

Kendati begitu, Mahfuz menuturkan, peserta yang dinyatakan positif Covid-19 itu harus menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

"Kami tetap akan laporkan ke pusat melalui provinsi agar ada ujian susulan bagi mereka. Tapi kita lihat lagi, karena kalau ujian tanggal 18 September itukan masih masa isolasi mandiri. Jadi tidak menutup kemungkinan mereka tidak hadir," ungkapnya.

Sehingga, kemungkinan besar terhadap peserta tersebut diikutkan dalam ujian tahap kedua.

"Tapi kalah soal ujian tahap dua itu kewenangan dari pusat. Rencana pada awal Oktober mendatang. Tapi pada prinsipnya sesuai Juknis dari pemerintah pusat tetap memberikan kesempatan kepada peserta yang dinyatakan lulus administrasi tapi terkendala ikut ujian," imbuhnya.

Saat ditanyai mengenai kendala selama ujian berlangsung, kata Mahfuz, sementara tidak ada.

"Dua minggu sebelum pelaksanaan kami sudah siapkan Genset, karena PLN kita sering mati. Kalau masalah jaringan aman terkendali," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved