Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Wabup Kutim Kasmidi Bulang Ngaku Menelepon Pasien Covid-19, ‘Ini Siapa’?

Kasmidi Bulang menyebutkan bahwa luasnya daerah hingga posisi Kutim yang menjadi tempat transit, menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Adhinata Kusuma
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE TRIBUNKALTIM OFFICIAL
Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang saat Talkshow Virtual VIP ROOM Tribun Kaltim dengan tema Desa Tanggung dan Penanganan Covid-19 di Kutim, pada Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, sempat berkutat dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Hingga akhirnya pada 6 September 2021 lalu, Kutai Timur (Kutim) berhasil turun level PPKM.

Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang menyebutkan bahwa luasnya daerah di Kutim hingga posisi Kutim yang menjadi tempat transit, menjadi salah satu penyebab tingginya angka terkonfirmasi Covid-19.

“Kami tidak ingin Kutim ini menjadi sorotan nasional, setelah masuk 30 besar (penyumbang kasus), angka yang meninggal atau fatality rate-nya juga tinggi di Kalimantan Timur kita masuk 3 besar,” kata Kasmidi saat talkshow virtual Tribun Kaltim VIP Room dengan tema “Desa Tangguh dan Penanganan Covid-19 di Kutim”, pada Jumat (10/9/2021).
Berbagai upaya dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 Kutim, mulai dari penyekatan jalan hingga pembatasan keluar masuk wilayah ini.

Berikut petikan wawancara eksklusif Wakil Peminpin Umum Tribun Kaltim, Ade Mayasanto bersama Kasmidi Bulang.

Sekitar Juni 2021, Kutim sempat di angka nihil kasus Covid-19, tapi tiba-tiba itu melonjak drastis bahkan menjadi salah satu penyumbang covid-19 terbesar di Kalimantan Timur, apa yang terjadi dengan Kutai Timur pak?

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita ini sekarang lagi berjuang bersama, semua di dunia, negara, bangsa, kita yang ada di Kutai Timur. Begitu juga saudara-saudara yang ada di daerah lain.

\Kemarin memang Kutai Timur itu salah satu penyumbang angka terkonfirmasi tertinggi kasus Covid-19 ya selain saudara kami yang ada di Kukar, Samarinda, bahkan Balikpapan. Bahkan masuk nomor 3, masuk 30 besar dari kabupaten/kota se-Indonesia yang wajib melaksanakan isolasi terpadu waktu itu.

Jadi tidak bisa dipungkiri dengan luas wilayah Kutai Timur, terus juga menjadi wilayah persinggahan, baik yang dari utara ke selatan maupun dari selatan ke utara, ini salah satu daerah tempat lewatnya jalur-jalur transportasi ya.

Jadi mau ke Berau, mau ke Nunukan, mau ke Malinau itu jalur daratnya ada di situ. Tapi kami juga tidak menyalahkan itu semua, memang itu risiko daerah-daerah yang jadi tempat persinggahan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved