Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

2 Mesin Pembangkit Alami Overhaul, Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Nunukan dan Sebatik

PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan membeberkan dua mesin overhaul menyebabkan pemadaman bergilir kembali terjadi di Pulau Nunukan dan Pulau S

Editor: Rahmad Taufiq
DOK/TRIBUNKALTIM.CO
Kantor PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan, Jalan Pembangunan Nunukan, Kelurahan Nunukan Barat. DOK/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nunukan membeberkan dua mesin overhaul menyebabkan pemadaman bergilir kembali terjadi di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik mulai 14-20 September 2021.

Hal itu diungkapkan oleh Manager PT PLN ULP Nunukan, Choirul Anwar.

"Iya ada gangguan pembangkit listrik. Saat ini ada satu unit mesin di PLTD Sei Bilal dan satu unit mesin di PLTD Sungai Nyamuk alami overhaul," kata Choirul Anwar kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/9/2021) kemarin sore.

Dia menjelaskan, untuk PLTD di Sei Bilal saat ini dalam proses merakit mesin.

Sementara itu, untuk PLTD di Sei Nyamuk, Sebatik terdapat gangguan satu mesin pada bagian injeksi pump.

Baca juga: Atasi Pemadaman Bergilir di Tana Lia Kabupaten Tana Tidung, PLN Maksimalkan Kerja Mesin Unit 4

Baca juga: Soal Pemadaman Listrik Bergilir di Tana Lia, Manager PLN UP3 Kaltara Sampaikan Penyebabnya

Baca juga: Jadwal Pengurangan Beban Puncak di Tana Tidung, 2 Kecamatan Alami Pemadaman Listrik Mulai Sore Ini

Anwar mengaku, pihaknya memberikan estimasi pemadaman bergilir selama tujuh hari ke depan.

"Ya namanya peralatan yang sudah tua ya harusnya diganti. Untuk PLTD di Sei Nyamuk masih ada garansi dari vendor. Dalam waktu tiga hari vendor sampai di Sebatik. Semoga saja sebelum hari ke tujuh hari, dua mesin itu dapat beroperasi normal," ucapnya.

Menurut Anwar, total daya mampu PLTMG tadi malam sebesar 2.400 kW. Untuk daya mampu PLTD Sei Bilal sebesar 6.800 kW sedangkan PLTD Sei Nyamuk sebesar 2.400 kW.

"Total daya mampu PLTMG tadi malam sebesar 2.400 kW. Jadi ada tiga mesin beroperasi. Per mesin operasinya sebesar 800 kW. Pulau Sebatik dan Nunukan daya mampunya 11.600 kW," ujarnya.

Lebih lanjut Anwar menyampaikan, beban puncak tadi malam sebesar 13.200 kW.

Sementara itu total beban puncak sebesar 13.200 kW.

"Kebetulan mulai siang kan panas jadi total beban puncak sebesar 13.200 kW. Dengan daya mampu 11.600 kW dan total beban puncak sebesar 13.200 kW, mau tidak mau daya padam total yang harus dikurangi yakni 1.600 kW," tuturnya.

Namun, kata Anwar, bila malam ini terjadi hujan sehingga membuat kondisi jadi dingin, otomatis penggunaan AC dan kipas berkurang.

Baca juga: Warga Keluhkan Pemadaman Listrik Saat PPKM Darurat, PLN Berau Klaim Jadwal Sesuai Beban Daya

"Dengan begitu beban akan berkurang. Jadi dampak pemadaman akan berkurang juga. Jadwal yang kami sampaikan itu dampak terburuk bila cuaca malam ini panas. Kalau cuaca dingin, bisa jadi yang padam hanya industri saja seperti hotel," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved