Minggu, 3 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Dongkrak Chassis Bagian Belakang, Mekanik Mobil Ekspedisi di Samarinda Tewas Terjepit Roda Truk

Diketahui sopir malang tersebut bernama Eko Wahyudi (29), warga Dusun Ngepring, Trenggalek, Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Ban mobil peti kemas di Samarinda yang membuat tubuh Eko Wahyudi terjepit dan akhirnya meninggal, Sabtu (18/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/HO/Unit INAFIS Polresta Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Seorang mekanik mobil ekspedisi merenggang nyawa, akibat terjepit di antara roda belakang sebelah kanan sebuah truck Peti Kemas, di kawasan Jalan Moeis Hasan, Kelurahan Sengkotek, Kecamayan Loa Janan Ilir, Sabtu (18/9/2021) siang tadi.

Diketahui sopir malang tersebut bernama Eko Wahyudi (29), warga Dusun Ngepring, Trenggalek, Jawa Timur.

Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim Iptu Dedi Septriadi menerangkan, awalnya korban sedang mengerjakan pemasangan baut di antara roda belakang truk roda 10 tersebut.

Namun nahas, dongkrak penahan chassis truk tersebut terturun, sehingga menjepit tubuh korban.

Baca juga: Pascakebakaran Lapas Tangerang Tewaskan 49 Napi, Kemenkumham Akhirnya Menonaktifkan Kalapas

Baca juga: TERUNGKAP Alasan Sebenarnya KKB Papua Bakar Puskesmas dan Sekolah hingga Lecehkan Nakes Sampai Tewas

Baca juga: Masih di Bawah Umur Pelaku Pemberi Cairan Hand Sanitizer Sebabkan 5 Remaja Tewas, Perlu Pendampingan

"Dia (korban) berdua sama temannya. Tapi mekanik yang satu pergi mengambil peralatan di mobil L 300 yang mereka bawa," terang Iptu Dedi Septriadi kepada TribunKaltim.Co.

Setibanya rekan korban di mobil mereka, tiba-tiba seorang wanita berteriak histeris karena melihat tubuh korban sudah terjepit di bawah ban.

"Jadi kemungkinan dongkraknya sudah tidak terlalu mumpuni. Jadi pas ada getaran, ban terguling ke belakang dan menjepit tubuh korban," bebernya.

Warga yang melihat hal tersebut lantas berupaya membantu korban.

Meski sempat kesulitan, tubuh malang korban berhasil terevakuasi namun sudah dalam keadaan lemas tidak berdaya.

"Meninggalnya dalam perjalanan menuju rumah sakit (RSUD IA Moeis Samarinda). Karena pas di mobil ambulance, korban masih bersuara meski pelan, sambil dipeluk rekan mekaniknya," lanjutnya.

Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga: Pelaku yang Beri Minuman Cairan Hand Sanitizer hingga Sebabkan 5 Remaja Tewas, Perlu Pendampingan

Iptu Dedi Septriadi menerangkan keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan, karena murni kecelakaan kerja.

"Tidak ada unsur pidana, jadi keluarga sepakat tidak mempermasalahkan dan mengikhlaskan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved