Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

UPDATE Pasokan Donor Plasma Konvalesen di PMI Balikpapan, Sabtu 18 September 2021

Palang Merah Indonesia atau PMI Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mengaku ketersediaan stok donor

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi Palang Merah Indonesia atau PMI Balikpapan melaksanakan kegiatan donor darah. PMI Balikpapan menjelaskan kondisi pasokan Donor Plasma Konvalesen, Sabtu 18 September 2021.┬áTRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Palang Merah Indonesia atau PMI Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mengaku ketersediaan stok donor sejauh ini jumlahnya terbatas.

Ketua PMI Balikpapan, Dyah Muryani mengatakan darah yang baru saja terkumpul bisa saja habis dalam satu waktu.

Adapun keterbatasan stok dengan golongan darah tertentu, menjadi perhatian khusus bagi PMI Balikpapan.

Selain darah segar, PMI Kota Balikpapan juga mengaku ketersediaan stok darah plasma konvalesen masih minim.

Baca juga: UPDATE Stok Darah PMI Balikpapan, Kamis 16 September 2021, Meski Prokes Ketat Banyak Penyintas Takut

Baca juga: UPDATE Stok Darah PMI Balikpapan Jumat 17 September 2021, Penyintas Jangan Takut Donor, Prokes Ketat

Baca juga: UPDATE Stok Darah PMI Balikpapan Rabu 15 September 2021, Cari Pendonor PK

Hingga saat ini stok plasma konvalesen hanya ada beberapa saja. Masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Hal tersebut dikarenakan minat dari para penyintas juga sangat minim. Sehingga, stok yang ada di kantor PMI lebih sering habis karena banyak permintaan dari rumah sakit.

"Kami mencari pendonor untuk mendonorkan atau yang sudah menjadi pendonor plasma konvalesen," tuturnya.

Menurut Dyah, minimnya minta penyintas melakukan donor plasma konvalesen dikarenakan masih banyak yang takut.

Baca juga: UPDATE Stok Darah PMI Balikpapan Kamis 9 September 2021, Golongan Tertentu Masih Terbatas

Atau enggan bertemu dengan banyak orang. Padahal dalam prosesnya, PMI Balikpapan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Pasien Covid-19 yang sudah sembuh masih ketakutan, padahal prokesnya ketat. Entah dia takut atau belum berani pergi," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved