Breaking News:

Ibu Kota Negara

Ibu Kota Negara Bakal di Kaltim, BNPT Ingatkan Kewaspadaan pada Pola Pikir Terorisme

Kalimantan Timur akan dinobatkan sebagai provinsi yang menjadi lokasi kawasan Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli, Senin (20/9/2021) di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya membeberkan situasi dan kondisi di Kalimantan Timur sangat kondusif. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kalimantan Timur akan dinobatkan sebagai provinsi yang menjadi lokasi kawasan Ibu Kota Negara Republik Indonesia. 

Provinsi Kalimantan Timur yang menjadi Ibu Kota Negara akan memberi efek satu di antaranya akan didatangi banyak masyarakat. 

Karena itu, BNPT memberikan imbauan untuk waspada terhadap pengaruh-pengaruh seperti pola pikir terorisme

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (20/9/2021). 

Baca juga: Jelang Kaltim akan Dinobatkan jadi Ibu Kota Negara, BNPT Beber Situasi Kondusif

Baca juga: KABAR GEMBIRA! Inilah Infrastruktur Ibu Kota Negara di Kaltim yang Ditargetkan Sudah Rampung di 2024

Baca juga: NEWS VIDEO Butuh Waktu 15-20 Tahun Pemindahan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur

Kata dia, kewaspadaan perlu dilakukan dan pencegahan harus diupayakan sejak dini meski Kalimantan Timur sejauh ini dalam keadaan kondusif.

Sehingga tidak menyebabkan ketakutan di masyarakat nantinya.

"Jangan sampai mudah dimasuki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ujar Boy

Dimasukin sendiri, dijelaskan Boy, tidak semata fisik belaka.

Baca juga: TPM Balikpapan Bantah Tudingan Tersangka SP Terlibat Aksi Terorisme di Makassar

Melainkan cara pikir seseorang. Menurutnya, belakangan ini pola pikir terorisme ini cenderung mengarah ke generasi muda.

"Memasuki alam pikiran anak muda dengan jaringan sosial media itu bisa menjadi sesuatu yang membahayakan buat anak muda kita," jelasnya.

Oleh karenanya, perlu adanya literasi digital yang mencerahkan. Tidak justru menyesatkan.

"Literasi digital itu kaitannya dengan upaya edukasi masyarakat kita," tutup Boy. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved