Virus Corona di Kubar
Waspada Serangan Covid-19 Gelombang Ketiga, Pemkab Kubar Tambah Tabung Oksigen
Angka penularan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengalami penurunan yang cukup signifikan
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
Baik di RSUD Harapan Insan Sendawar maupun puskesmas.
Kata dia, sudah teratasi karena mengadakan dukungan juga, terutama di rumah sakit.
Karena di rumah sakit yang paling banyak kebutuhan oksigennya.
Baca juga: PTM Terbatas Perdana di Kubar, Disdikbud Tegaskan Tiap Sekolah Harus Kantongi Surat Rekomendasi
"Di situ kan harus dosis tinggi banyak oksigennya," katanya.
Bisa semalam saja habis berapa puluh tabung karena dia (pasien) sedang berat.
"Kalau kasus ringan masih sekitar 5 sampai 10 liter per menit di rumah sakit,” jelas Rita.
Dia juga menyebutkan tambahan tabung oksigen yang sebagian diperoleh dari perusahaan swasta itu nantinya langsung didistribusikan ke Puskesmas yang terjauh dari jangkauan kota besar. Seperti Bentian Besar hingga Muara Pahu.
“Terutama Puskesmas yang jauh-jauh harus kita sambungin mereka lebih banyak lagi. Karena terkendala di waktu, jarak dan geografis kita daerah sulit terutama di Bentian, Muara Pahu. Kan tidak bisa cepat begitu kosong baru kita belikan nggak bisa, jadi harus kita kumpul dulu di dinas kesehatan baru kita distribusikan ke masing-masing puskesmas,” katanya.
Sebelumnya, tabungan oksigen bantuan perusahan tambang PT GBU itu sendiri sebanyak 10 tabung dengan kapasitas 6 m³.
Bantuan itu dianggap cukup berharga bagi pemerintah yang selama ini mengalami kesulitan oksigen.
“Kalau secara garis besar kita masih kurang. Karena adanya pandemi ini kan kita tidak memprediksi tidak tahu apakah masih melonjak nanti ada gelombang ketiga atau gimana, jadi kita wajib bersiap-siap senantiasa untuk pemenuhan oksigen ini,” sebut Rita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ritawati-sinaga-dalam-pandemi.jpg)