Virus Corona di Kubar
Waspada Serangan Covid-19 Gelombang Ketiga, Pemkab Kubar Tambah Tabung Oksigen
Angka penularan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengalami penurunan yang cukup signifikan
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Angka penularan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap mewaspadai serangan Covid-19 gelombang ketiga.
Itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Ritawati Sinaga kepada TribunKaltim.co pada Senin (20/9/2021).
Mengingat wabah Covid-19 merupakan salah satu jenis virus yang tidak dapat dilihat secara kasat mata dan bisa saja ada dimana-mana dan menyerang siapa saja.
Baca juga: 2 Ribu Lebih Pelajar Kutai Barat Jalani Vaksinasi Covid-19, Masih Jauh dari Target
Baca juga: Vaksinasi Beradat Polres Kutai Barat Diserbu Masyarakat Hingga Pelajar, Sediakan 1200 Dosis Vaksin
Baca juga: Tunggu Surat Edaran Bupati, PTM di Kutai Barat Digelar Pertengahan Bulan September
Menurut Kadiskes dr. Ritawati Sinaga, pihaknya sudah membaca situasi perkembangan kasus Covid-19.
Sehingga penerapan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan masyarakat sangat perlu dilakukan.
Selain itu, Pemkab Kubar juga telah melakukan serankain antisipasi penularan covid-19 gelombang ke tiga itu dengan cara melakukan penambahan tabung oksigen.
"Karena sudah kita membaca situasinya. Tetapi Puji Tuhan statusnya mulai melandai.
"Tahun ini kita juga (Dinkes) sudah menambah tabung oksigen," ungkapnya.
Baca juga: Vaksinasi Bisa Tekan Kasus Covid-19 di Kubar, Dinkes Imbau Warga tak Bereforia Berlebihan
Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pencegahan covid-19 di Kutai Barat dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara disiplin.
Yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Adapun ketersediaan sarana prasarana medis seperti alat pelindung diri (APD) serta tabung oksigen kata Rita mulai teratasi menyusul berkurangnya kasus baru di Kutai Barat.
Dinas Kesehatan bersama tim satgas Covid-19 kabupaten Kutai Barat tetap berupaya maksimal membantu penanganan pandemi Covid-19.
Baca juga: Program Vaksinasi Mampu Tekan Kasus Covid-19 di Kubar, Dinkes Imbau Warga Tak Euforia Berlebihan
"Ini wabah yang sudah berlangsung dua tahun terakhir," ungkapnya.
Rita juga tak menampik sejumlah faskes sempat kewalahan mengatasi kekurangan oksigen akibat melonjaknya pasien pada Juli sampai Agustus lalu.
Baik di RSUD Harapan Insan Sendawar maupun puskesmas.
Kata dia, sudah teratasi karena mengadakan dukungan juga, terutama di rumah sakit.
Karena di rumah sakit yang paling banyak kebutuhan oksigennya.
Baca juga: PTM Terbatas Perdana di Kubar, Disdikbud Tegaskan Tiap Sekolah Harus Kantongi Surat Rekomendasi
"Di situ kan harus dosis tinggi banyak oksigennya," katanya.
Bisa semalam saja habis berapa puluh tabung karena dia (pasien) sedang berat.
"Kalau kasus ringan masih sekitar 5 sampai 10 liter per menit di rumah sakit,” jelas Rita.
Dia juga menyebutkan tambahan tabung oksigen yang sebagian diperoleh dari perusahaan swasta itu nantinya langsung didistribusikan ke Puskesmas yang terjauh dari jangkauan kota besar. Seperti Bentian Besar hingga Muara Pahu.
“Terutama Puskesmas yang jauh-jauh harus kita sambungin mereka lebih banyak lagi. Karena terkendala di waktu, jarak dan geografis kita daerah sulit terutama di Bentian, Muara Pahu. Kan tidak bisa cepat begitu kosong baru kita belikan nggak bisa, jadi harus kita kumpul dulu di dinas kesehatan baru kita distribusikan ke masing-masing puskesmas,” katanya.
Sebelumnya, tabungan oksigen bantuan perusahan tambang PT GBU itu sendiri sebanyak 10 tabung dengan kapasitas 6 m³.
Bantuan itu dianggap cukup berharga bagi pemerintah yang selama ini mengalami kesulitan oksigen.
“Kalau secara garis besar kita masih kurang. Karena adanya pandemi ini kan kita tidak memprediksi tidak tahu apakah masih melonjak nanti ada gelombang ketiga atau gimana, jadi kita wajib bersiap-siap senantiasa untuk pemenuhan oksigen ini,” sebut Rita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ritawati-sinaga-dalam-pandemi.jpg)