Virus Corona di Tarakan
RSUD Tarakan Kini Buka Layanan PCR Bagi Pelaku Perjalanan
Bagi masyarakat Tarakan yang bingung mencari layanan swab test PCR, RSUD Tarakan kini kembali membuka layanan khusus pelaku perjalanan
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Bagi masyarakat Tarakan yang bingung mencari layanan swab test PCR, RSUD Tarakan kini kembali membuka layanan khusus pelaku perjalanan.
Dirut RSUKT, dr. Joko Hariyanto mengatakan, dengan pengoperasian mesin PCR terbaru yang didatangkan dan dioperasikan 13 September 2021 lalu, bisa melayanai untuk tiga kategori.
Pertama untuk pelaku perjalanan, kedua untuk pekerja di perusahaan yang baru selesai cuti atau akan melaksanakan cuti dan wajib PCR ke perusahaan.
“Ketiga, masyarakat merasa bergejala mau periksa mandiri bisa periksa PCR,” jelasnya.
Adapun tarifnya masih sama seperti ditetapkan dalam aturan terbaru Kemenkes. Rp 525 ribu sekali melaksanakan swab test PCR.
Baca juga: Usai Direnovasi, Ruangan Lab PCR di RSUD Malinau akan Diuji Fungsi Hari Ini
Baca juga: Mesin PCR Baru di RSUKT Mampu Uji 60 Sampel per Hari, Kurangi Antrean Layanan Pasien Covid-19
Baca juga: INFO CPNS Kaltim: Peserta Tes SKD Bontang Dipastikan Gugur Bila Pakai Surat PCR Palsu
“Dan harus keluar hasilnya dalam waktu 12 jam dan paling lama 24 jam. Misalnya pagi swab, sore sudah bisa ambil hasil,” bebernya.
Ia menegaskan, jika ada petugas meminta bayaran lebih dari Rp 525 ribu, bisa dipastikan itu pungli.
“Jangan mau. Bayar resmi saja. Jangan pakai calo,” tegasnya.
Selanjutnya kata dr. Joko, lama hasil swab test PCR bisa 12 jam hingga 24 jam. Bergantung pada sampel yang masuk duluan. “Begitu selesai maka akan dilakukan proses entry data,” jelasnya.
Ia melanjutkan, untuk ketersediaan alat reagen sendiri lanjutnya, sejauh ini aman saja. Karena pihaknya juga belum lama ini mendatangka 1.000 reagen.
“Nanti kalau misalnya sudah habis bisa dipesan. Dari penyedia juga sudah ready kok. Dan juga ini menggunakan anggaran BLU. Secara pemesanan lebih simpel,” ucapnya.
Jika menggunakan anggaran BLU, sistem keuangan dan proses transfernya sangat cepat karena bukan menggunakan anggaran daerah.
Ia melanjutkan, sejaka 14 September 2021 lalu selama dua hari sampel yang masuk selalu full. Sehingga pihaknya menyediakan pendaftaran offline dan online.
Baca juga: Klinik Utama Kasih Bunda di Bulungan Bisa Layani Tes PCR, Hasilnya Keluar Paling Cepat 6 Jam
Untuk pendaftaran online menggunakan telegram dan batasi hingga 25 kuota. Sementara untuk offline ada 35 kuota.
Sementara itu untuk pelayanan sampel PCR bagi pasien Covid-19 pihaknya menyebutkan masih bisa menggunakan alat yang lama.
“Khusus pasien alat lama. Alat baru ini khusus layanan mandiri dan perusahaan,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/layanan-swab-test-pcr-di-rsukt-bisa-bagi-pelaku-perjalanan-dan-mandiri.jpg)