Berita Penajam Terkini
Proyek Perbaikan Interior Masjid Penajam Rampung, Gaji Tukang Belum Dibayar
Proyek perbaikan interior Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah rampung beberapa bulan lalu.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Proyek perbaikan interior Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah rampung beberapa bulan lalu.
Namun selama itu pula hak-hak dari sejumlah pekerja bangunan proyek tersebut belum diterima.
Ada sekitar 15 pekerja bangunan yang belum mendapatkam upah dari jerih payahnya bekerja.
Pandi merupakan orang yang menyediakan tenaga kerja bagi kontraktor proyek tersebut. Sementara kontraktor yang bertanggung jawab untuk proyek tersebut adalah PT Bumi Lasinrang.
Pendi menjelaskan pengerjaan dimulai sejak awal pandemi Covid-19. Sejak awal pembayaran masih lancar. Namun setelah beberapa waktu saat pengerjaan kubah masjid pembayaran upah pekerja bangunan mulai tersendat.
Baca juga: Renovasi Masjid Agung Al-Ikhlas Penajam Telan Rp 11 Miliar tapi Masih Terlihat Ada yang Bocor
Baca juga: Masjid Agung Penajam Mulai Digunakan untuk Shalat Jumat Pekan Ini
Baca juga: VIDEO - Masjid Agung Penajam Nantinya Mampu Menampung 5.000 Orang
"Waktu pengerjaan kubahnya mulai di situ tersendat dananya. Kami masih ada sekitar Rp 60 juta atau Rp 80 juta belum dibayar," ujar Pandi, Rabu (22/9/2021).
Pandi mengaku telah mengajukan pembayaran namum pihaknya hanya diberikan janji-janji oleh kontraktor.
"Sudah ngajukan pembayaran, tapi dijanji-janji terus sampai sekarang gak ada kabarnya pak Udin (kontraktor)," akunya.
Sebagai penyedia jasa, Pandi mengaku ditagih-tagih oleh pekerja bangunan yang belum mendapatkan haknya. Hingga dia sempat meminjam kepada sanak saudara bahkan tetangganya untuk menutupi sisa gaji pekerja bangunan.
"Sebagian gaji saya tombok, saya pinjam-pinjam dari keluarga bahkan tetangga, untuk menutupi sisa-sisa gaji orang. Belum semua (dibayar) sekarang masalahnya ini yang jadi sasaran kepala tukangnya. Jadi kepala tukang mendesak saya, karena yang kenal kontraktornya saya," jelasnya.
Baca juga: MTQ Tingkat Kaltim Akan Dipusatkan di Masjid Agung Penajam
Pandi mengungkapkan bahwa kebocoran atap masjid adalah ulah dari pekerjaan bangunan. Karena merasa hak-haknya belum dibayarkan.
"Itu yang bocor-bocor itu terus terang bekas tonjokan lagi tuh. Setelah dipukul. Kemarin itu cuma diplamor saja itu supaya tertutupi saja. Kalau yang di atas itu sudah semua dibenerin. Tahun kemarin itu kalau hujan mengendap air di kubanya itu kayak kolam," ungkapnya.
Dia berharap kepada kontraktor proyek perbaikan masjid agar memberikan upah pekerja bangunan segera mungkin.
"Hak-hak pekerja bangunan agar cepat dibayarkan oleh kontraktor. Saat ini masalahnya saya yang menjadi sasaran karena saya yang mendatangkan pekerja itu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/interior-masjid.jpg)