Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Evaluasi Percepatan Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, Sekda Pimpin Rapat RAD

Dalam rangka meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (P

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Sekda Mahulu Stephanus Madang (kanan) saat memimpin rapat RAD-AMPL di Ruang Rapat Bappelitbangda, Selasa (21/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam rangka meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Rapat Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD-AMPL) di Ruang Rapat Bappelitbangda, Selasa (21/9/2021).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M. dan dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solman,S.Hut, M.Si.; Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Irenius Daleq Ding, S.KM.; Kepala Sub Bidang Prasarana Wilayah Bappelitbangda Dhespy Tandy Pasauran, S.T.; Kasi Kelembagaan DPMK Petrus Dalung D, Kasi Pemukiman DPUPR Leonardus Hurang serta Tim Pamsimas.

Baca juga: Gelar SLPHT bagi Penyuluh Pertanian Lapangan, DKPP Mahulu Tingkatkan Pengendalian Hama Terpadu

Sekretaris Daerah Stephanus Madang mengatakan, rapat sebagai evaluasi dan monitoring RAD-AMPL Kabupaten Mahakam Ulu ini membahas realisasi pelaksanaan program kegiatan AMPL selama tahun 2020 maupun 2021, pelaksanaan program Sistem Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (SPAM-BM) tahun 2022 dengan usulan 6 kampung di mana 1 kampung akan di biayai oleh APBD Mahulu.

Selain itu juga Tim Kelompok Kerja Perumahan, Permukiman Air dan Sanitasi (Pokja PPAS) Mahulu dapat menyusun ulang RAD-AMPL tahun 2021-2026.

"Konteks rapat ini ada beberapa point penting yang akan didiskusikan. Pertama adalah terkait dengan bagaimana realisasi pelaksanaan program kegiatan AMPL selama 2020 maupun 2021 yang belum semuanya dapat terakomodir, tetapi sebagian besar sudah dilaksanakan oleh dinas teknis. Kemudian program SPAM tahun 2022 dengan usulan 6 kampung. Kemudian juga yang sekarang bagaimana pembentukan UPTD pengelolaan SPAM dan program kegiatan AMPL yang belum tercapai pada tahun 2020-2021 dapat diprogram ulang dalam dokumen RAD-AMPL tahun 2021-2026, dengan mengacu pada RPJMD dan 10 program aksi kepala daerah," tutur Sekda.

Ditambahkan sekda, dokumen RAD-AMPL ditetapkan melalui Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2020 tentang RAD-AMPL tahun 2020-2021 dan rencana pelaksanaan program dan kegiatan air minum dan sanitasi berbasis lingkungan tahun 2020-2021.

"Pemerintah daerah perlu menyusun kembali RAD-AMPL tahun 2022-2026 sesuai dengan masa RPJMD Kabupaten Mahakam Ulu," tambah Sekda.

Baca juga: Bupati Pimpin Rakor Khusus Jembatan Sungai Ratah, Bahas Percepatan Pembangunan dan Tuntutan Warga

Lebih lanjut Sekda Dr. Stephanus Madang menuturkan, terkait dengan pelaksanaan pembangunan air minum berbasis masyarakat ada beberapa sasaran pada tahun 2019, 2020 dan 2022.

Untuk tahun 2019 bersumber dari APBD ada 2 Kampung Muara Ratah dan Danum Paroy, sementara tahun 2020 melalui reguler APBN ada 12 Kampung Sirau, Matalibaq, Long Gelawang, Nyaribungan, Long Hurai, Long Merah, Rukun Damai, Batu Majang, Delang Kerohong, Long Lunuk, Long Lunuk Baru dan Long Pakaq Baru.

"Untuk tahun 2022 ini sudah masuk dalam skema pengusulan. Artinya pada tahun 2022 melalui reguler APBN ada lima kampung yang diusulkan yakni Kampung Long Bagun Ulu, Ilir, Wana Pariq, Tri Pariq Makmur dan Long Pakaq, yang melalui sumber dana APBD Kampung Long Melaham," pungkasnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved