Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Pasokan Menipis dari Nelayan, Harga Ikan di Pasar Pandansari Balikpapan Melonjak

Pasokan ikan menipis dari nelayan sehingga kondisi ini mengakibatkan harga ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, melonjak

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Suasana di blok ikan Pasar Pandansari Balikpapan, Minggu (26/9/2021) pagi. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pasokan ikan menipis dari nelayan sehingga kondisi ini mengakibatkan harga ikan di Pasar Pandansari Balikpapan, melonjak

Harga sejumlah ikan di Pasar Pandansari Balikpapan meningkat, rata-rata pertambahan harga untuk tiap ikan berkisar Rp 5 ribu.

Salah seorang pedagang, Amiruddin (50) mengatakan, kenaikan harga ini sudah berlangsung setidaknya dalam 3 hari terakhir. Di mana penyebabnya lantaran pasokan ikan yang menipis dari nelayan.

Sebut saja jenis ikan layang, kata Amiruddin, dari harga Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu.

"Ini dari Penajam. Tergantung dari keadaan, kadang hari ini mahal, besok berubah lagi," ungkap Amiruddin saat ditemui TribunKaltim.co, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Stok Mulai Tersedia, Harga Ikan Laut di Samarinda Masih Tinggi

Baca juga: Harga Ikan Bandeng di Nunukan Naik Rp 10 Ribu/Kg, Dinas Perdagangan Beber Penyebabnya

Baca juga: Musim Hujan, Harga Ikan dan Cabai di Pasar Induk Sangatta Kutim Naik

Sama halnya pedagang ikan lain, Ibnu Hasim (38). Dia mengatakan hal serupa terkait persoalan harga ikan yang naik akibat stok yang menipis lantaran cuaca.

Ia membeberkan, ikan dagangan miliknya kini dijual dengan harga kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu, berbeda dengan sebelumnya yang dijual dengan rentang harga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.

"Biasanya banyak mobil masuk, sekarang jarang. Paling 3 atau 2 mobil masuk. Biasanya kalau normal itu lebih 10 mobil masuk dari Bontang," jelas Ibnu.

Meski demikian, ia mengaku tidak ada penurunan penjualan.

Menurut Ibnu, kendati sedikit lebih mahal, pengunjung tetap membeli ikan.

"Tetap aja orang beli, biar mahal. Namanya juga konsumsi utama dia kan. Jadi tidak berpengaruh. Kecuali kalau nggak ada stok, baru pengaruh kita," tutur Ibnu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved