Virus Corona di Tarakan
PMI Tarakan Buka Layanan Donor Plasma Konvalesen, Syaratnya Pernah Jadi Penyintas Covid-19
Sejak Kamis (23/9/2021) kemarin, Kantor PMI Tarakan sudah membuka layanan donor plasma konvalensen secara konvensional.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sejak Kamis (23/9/2021) kemarin, Kantor PMI Tarakan sudah membuka layanan donor plasma konvalensen secara konvensional.
Dikatakan dr Ardila Utari Dewi, Kasi Penjaminan Mutu PMI Tarakan mengatakan ada syarat bagi pendonor plasma konvalensen. Di antaranya pendonor adalah penyintas Covid-19 yang sudah pernah bergejala.
dr Ardila Utari Dewi melanjutkan, adapun untuk data pendono
r yang terbukti sebagai penyintas Covid-19, sudah bekerja sama dengan pihak Dinkes Kota Tarakan.
Nanti penyintas dihubungi pihak PMI apakah bersedia mendonorksan darahnya. “Kembali lagi, tidak semua penyintas bisa donor plasma. Ada proses seleksi dulu. Dan diseleksi ketika ada pasien membutuhkan. Jadi pihak keluarga mencari,” ujarnya.
Adapun ketersediaan kantong darah plasma konvalensen saat ini stoknya bisa diperoleh dan tidak begitu sulit. Untuk tahap pertama, pihaknya menyediakan 25 kantong.
Baca juga: PMI Tarakan Buka Layanan Donor Plasma Konvalensen Metode Konvensional
Baca juga: Momen HUT ke-76 PMI Tarakan, Usung Tema Bergerak Bersama untuk Sesama, Dirangkai Donor Darah
Baca juga: OTG Terpapar Covid-19 Tak Penuhi Syarat untuk Donor Plasma Konvalesen, PMI Tarakan Beri Penjelasan
Nanti saat mulai berkurang akan kembali mendatangkan stok kantong. “Seandainya permintaan meningkat, maka kita adakan. Tidak sulit mencari karena kita bekerja sama dengan PMI di pusat,” jelasnya.
Adapun untuk keluarga pasien, untuk biaya yang harus dikeluarkan lebih murah. Dibandingkan mendatangkan dari luar Kaltara.
“Biaya dikeluarkan sekitar Rp 2,3 juta per kantong. Kalau dari luar bisa sampai Rp 2,5 juta ditambah biaya packing dan biaya lainnya,” jelasnya.
Untuk permintaan plasma konvalesen dari rumah sakit di September 2021 tahun ini sudah jauh berkurang.
“Sejak mesin aphereses di rumah sakit bisa jalan, kantongannya juga sudah ada, kita sudah memutuskan mengalihkan semua permintaan plasma konvalensen di pegang rumah sakit langsung,” jelasnya.
Namun jika ada yang ke PMI, ada permintaan resmi dari pihak RSUD Tarakan. Ia melanjutkan dalam satu bulan terakhir, nol permintaan. Berbeda dengan di bulan Agustus 2021 lalu, permintaan mencapai 10 kantong dalam sehari.
“Itu puncak-puncaknya, posisi kantong rumah sakit gak ada, ambil dari luar, proses menunggunya yang lama. Ketika kantong darah sudah sampai ke Tarakan, pasiennya sudah meninggal atau ada yang sudah sembuh,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/donor-darah-pmi-tarakan.jpg)