Virus Corona di Tarakan
Vaksinasi Covid-19 pada Kalangan Pelajar di Tarakan Belum Menyeluruh
Program vaksinasi Covid-19 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara tengah berlangsung. Satgas Covid-19 tiada henti-hentinya.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Program vaksinasi Covid-19 di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara tengah berlangsung. Satgas Covid-19 tiada henti-hentinya, gencar membuat program suntik vaksin Covid-19.
Satu di antaranya di kalangan pelajar di Kota Tarakan yang belum banyak mendapatkan vaksin Virus Corona.
Dalam waktu dekat ini, akan kembali dilakukan vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar.
Hal itu ditegaskan oleh Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti kepada TribunKaltim.co pada Minggu (26/9/2021).
Baca juga: PMI Tarakan Buka Layanan Donor Plasma Konvalesen, Syaratnya Pernah Jadi Penyintas Covid-19
Baca juga: Hari Ini, Realisasi Sasaran Vaksinasi Ibu Hamil di Tarakan Tembus 100 Dosis
Baca juga: Vaksinasi Ibu Hamil di Tarakan Sepi Antrean, Pertama Dilaksanakan Siapkan 387 Dosis
Dia jelaskan, setelah vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan, pelayan publik, guru, lansia, ibu hamil.
Selanjutnya untuk anak sekolah sendiri, ia akan mengagendakan kembali.
Targetnya pasti akan dilaksanakan. Untuk pelajar pasti akan dikoordinasikan.
"Memang sudah ada beberapa yang melayani untuk pelajar tapi belum banyak pelajar dilayani,” jelasnya.
Baca juga: Testing Cari Orang Positif Covid-19 di Tarakan Tembus 1.457 Sampel
Namun nantinya, pihaknya akan menyasar vaksinasi untuk pelajar karena vaksinnya tercukupi.
Untuk warga binaan Lapas Kelas II Tarakan sendiri lanjutnya, pihaknya sudah menggelar kegiatan untuk dosis pertama.
“Minggu lalu kami berikan 400-an warga binaan Lapas Kelas II Tarakan,” ujarnya.
Persoalannya juga ada warga binaan yang belum memiliki NIK sehingga belum bisa ikut melaksanakan vaksinasi.
Baca juga: Merasa Bergejala Covid-19, Bisa Swab Test Antigen Gratis ke Dinkes Tarakan
“Kemarin sudah disiapkan kembali sekitar 400-an dan NIK sudah ada. Itu masih dosis pertama. Untuk dosis kedua dilanjutkan setelah 28 hari dihitung atau minimal sebulan,” jelasnya.
Ia melanjutkan untuk dosis kedua, mencapai 29.967 jiwa atau sekitar 14,03 persen.
Selanjutnya untuk dosis ketiga khusus nakes, sasaran yakni 3.078 jiwa dan yang sudah terealisasi mencapai 1.785 atau sekitar 57,99 persen capaiannya.
Jika dikaitakan dengan pencapaian herd immunity, menurut dr. Devi, untuk saat ini masih belum bisa terpenuhi.
“Kita melihat dosisi satu kita 25,64 persen. Herd immunity itu kalau semua sasaran sudah menjalani dosis pertama,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menyasar-anak-anak-pelajar.jpg)