Kesehatan
Bolehkah Minum Air Kelapa Hijau Setelah Melakukan Vaksin Covid 19? Ini Penjelasan Dokter
Bolehkah mengonsumsi air kelapa hijau setelah melakukan vaksin? Ini Penjelasan lengkap dokter.
TRIBUNKALTIM.CO - Bolehkah mengonsumsi air kelapa hijau setelah melakukan vaksin? Ini Penjelasan dokter.
Sebelumnya sempat beredar di grup-grup WhatsApp (WA) menyebutkan air kelapa bertujuan untuk jadi penawar effect racun vaksin.
Benarkah demikian?
Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Colomadu II Karanganyar, Jawa Tengah, drg Ririn Nurliyani BR, M.Kes, menjelaskan jika hal tersebut tidak tepat.
Ririn menyebut tidak ada racun yang terkandung dalam vaksin Covid-19.
"Vaksin itu bukan racun, melainkan virus yang telah mati, disuntikkan untuk merangsang antibodi," ungkap Ririn saat meninjau proses vaksinasi di Klinik An-Nuur, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (13/3/2021) lalu.
Ririn juga mengungkapkan jika tidak ada hubungannya mengonsumsi kelapa hijau, karena vaksin disuntikkan ke aliran darah.
Baca juga: BANYAK yang Salah! Ini 5 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan Tubuh, Bagus buat Lancarkan Pencernaan
Baca juga: Berikut Manfaat Mandi Pagi Bagi Kesehatan Tubuh, Ternyata Bisa Meningkatkan Imunitas
Baca juga: Apa Benar Minum Dingin Usai Makan Pedas Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh? Ini Penjelasan Lengkapnya
Sedangkan kelapa hijau dicerna melalui lambung.
Namun, Ririn menyebut tidak ada larangan bagi orang yang telah divaksin untuk mengonsumsi kelapa hijau.
"Boleh juga untuk mengonsumsi, tidak ada hubungannya vaksin."
"Minum pun boleh, tidak dilarang. Karena (kelapa) mengandung elektrolit, bagus juga untuk tubuh," ungkap Ririn.
Minuman yang dihindari sebelum vaksin
Anda bisa saja minum air kelapa sebelum divaksin tapi jangan coba-coba minum alkohol sebelum divaksin.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol bisa melemahkan daya tahan tubuh.
Bila Anda sudah dijadwalkan mendapatkan vaksin COVID-19, hindari minuman beralkohol setidaknya 2 hari sebelum vaksinasi hingga sekitar 2 minggu setelahnya.
Hal ini penting dilakukan agar sistem imun Anda tetap kuat dan dapat menghasilkan reaksi kekebalan tubuh yang baik untuk mencegah infeksi virus Corona.
Vaksinasi untuk Atasi Pandemi
Sementara itu vaksinasi Covid-19 disebut menjadi upaya untuk pemulihan keadaan krisis akibat pandemi.
Diketahui, target vaksinasi ialah 70 persen dari total populasi.
Setidaknya, pemerintah menargetkan untuk memberikan vaksin terhadap 181,5 juta penduduk Indonesia.
Sementara itu, Chairman of the Indonesia Health Economic Association (InaHEA), Hasbullah Thabrany memprediksi perekonomian Indonesia bangkit setelah program vaksinasi Covid-19 selesai sesuai target yakni 12 bulan atau pada Januari 2022.
"Kalau kita bisa selesaikan vaksinasi pada tahun ini dan vaksin mempunyai efektifitas setahun, maka Januari 2022 ekonomi kita sudah bisa bergerak normal," kata Hasbullah dalam Dialog Produktif Rabu Utama 'Pengelolaan Kesehatan dengan Vaksin' yang disiarkan virtual pada Rabu (10/3/2021).
Ia mengatakan, melalui vaksinasi diharapkan kesehatan masyarakat semakin baik sehingga menimbulkan ketenangan bekerja.
"Kita akan bisa bekerja dan ekonomi kita diharapkan tumbuh 5,2%," ucap guru besar Universitas Indonesia ini.
Untuk itu Hasbullah berharap masyarakat dan semua pihak turut serta dalam mencapai target tersebut.
"Vaksinasi ini menjadi kepentingan bersama, semua harus ikut kalau tidak dapat mengancam orang lain," terang Hasbullah.
Diketahui, Presiden Jokowi menargetkan program vaksinasi gratis yang menyasar 181,5 juta orang penduduk Indonesia selesai dalam 12 bulan.
Dari jumlah tersebut, herd immunity atau kekebalan kelompok akan terbentuk sebagai upaya pemberian perlindungan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air.
Tips Agar Tidak Tumbang Setelah Divaksin
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Muhammad Budi Hidayat, membagikan sejumlah tips sebelum menjalani vaksinasi Covid-19.
Menurutnya, tips ini merupakan panduan umum dan bisa digunakan masyarakat yang akan menjalani vaksinasi Covid-19.
"Pertama, prinsipnya, kita pastikan dulu kondisi badan. Artinya kita pastikan tubuh dalam kondisi sehat," ujar Budi saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (27/2/2021).
Kedua, harus dipastikan tidak dalam kondisi mengantuk atau kelelahan.
Ketiga, sebelum divaksinasi sebaiknya sarapan terlebih dulu.
"Keempat, hindari juga kondisi stres agar tidak memicu maag atau gejala-gejalanya," lanjut Budi.
Kelima, apabila jadwal kerja padat dan mengharuskan begadang, maka sebelum disuntik vaksin harus tidur terlebih dulu.
Keenam, bagi perusahaan, Budi mengimbau agar memperhatikan jadwal kerja dan kondisi kesehatan karyawan sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
"Jadi perusahaan harus memperhatikan kondisi karyawan sebelum jadwal penyuntikan. Jangan sampai kelelahan atau kondisi menurun sebab jadi berpotensi risiko untuk kesehatan," ungkapnya.
Lebih lanjut Budi juga mengingatkan apabila tubuh sedang dalam kondisi tidak flu biasa, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap harus ditunda.
Alasannya, tubuh sedang dalam kondisi tidak fit akibat virus influenza.
"Padahal untuk vaksinasi Covid-19, kita memerlukan tubuh yang fit sehingga antibodi bisa melawan virus," katanya.
"Apabila tubuh sedang drop, lalu bagaimana antibodi akan terbentuk untuk melawan virus ?," tambahnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Benarkah Minum Air Kelapa Setelah Vaksin Covid-19 untuk Menetralkan Racun? ini Penjelasan Dokter,