Breaking News:

Berita Nasional Terkini

BAHAYA! Pengamat Ungkap Risiko Gugat AD/ART Demokrat, Heran Yusril Ihza Mahendra Bantu Kubu Moeldoko

kehadiran Yusril Ihza Mahendra untuk membantu kubu Moeldoko menggugat AD/ART Partai Demokrat di era Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat sorotan

Editor: Doan Pardede
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Foto Yusril Ihza Mahendra saat berkunjung ke kantor Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Jumat (11/3/2016). Kehadiran Yusril Ihza Mahendra untuk membantu kubu Moeldoko menggugat AD/ART Partai Demokrat di era Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat sorotan dari pengamat. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Kehadiran Yusril Ihza Mahendra untuk membantu kubu Moeldoko menggugat AD/ART Partai Demokrat di era Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat sorotan dari pengamat.

Teranyar, nama Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) sekaligus Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra ikut terlibat.

Yusril Ihza Mahendra diketahui menjadi kuasa hukum kubu Moeldoko untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.

Sontak, keputusan Yusril membantu kubu Moeldoko untuk melawan kubu Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan publik.

Baca juga: Akhirnya Andi Mallarangeng Bongkar Arti Cuitan SBY, Soal Masuknya Yusril di Kisruh Partai Demokrat?

Baca juga: PBB Tak Tinggal Diam Pribadi Yusril Diserang Elit Partai Demokrat, Minta Anak Buah AHY Tak Merengek

Baca juga: Bantu Moeldoko Gugat AD/ART Partai Demokrat, Kubu AHY Langsung Bereaksi Serang Yusril Ihza Mahendra

Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno merasa heran dan menilai keputusan Yusril bisa memunculkan conflict of interest.

"Poin saya pada sosok Yusril-nya, apapun judulnya dia advokat atau lawyer, posisinya di Partai Bulan Bintang (PBB) tentu akan memunculkan conflict of interest," kata Adi, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Senin (27/9/2021), seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Pengamat Heran Yusril Ihza Mahendra Bantu Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat: Bisa Berbahaya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Kehadiran Yusril Ihza Mahendra untuk membantu kubu Moeldoko menggugat AD/ART Partai Demokrat di era Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat sorotan dari pengamat.(Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

"Ada apa begitu Yusril sebagai pengacara yang cukup terkenal ikut campur dalam persoalan dualisme partai," tambah Adi.

Di sisi lain, Adi juga menyoroti soal berbahayanya menggugat AD/ART partai.

Sebab, menurutnya persoalan AD/ART merupakan persoalan internal partai.

"Tentu jadi berbahaya karena persoalan AD/ART itu persoalan dapur partai orang."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved