Jumat, 17 April 2026

Berita Nasional Terkini

Ibadah Umrah Kembali Dibuka, Legislator PKS Minta Presiden Jokowi Lobi Pemerintah Arab Saudi

 legislator PKS, Hidayat Nur Wahid meminta agar pemerintah untuk terus menjalin komunikasi secara intens dengan Arab Saudi.

Editor: Samir Paturusi
(AFP Photo)
Ratusan jemaah mengelilingi Kabah di Masjid al-Haram. Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah. 

TRIBUNKALTIM.CO- Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah.

Untuk itu, legislator PKS, Hidayat Nur Wahid meminta agar pemerintah untuk terus menjalin komunikasi secara intens dengan Arab Saudi.

"Memang sebagaimana kita ketahui pengambilan keputusan itu adanya di Saudi Arabia, di kementerian haji dan di atasnya lagi tentunya adalah Raja" kata HNW, sapaan karibnya, dalam diskusi bertajuk 'Arab Saudi Sudah Izinkan Umrah, Kenapa Indonesia Belum?' di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Dia yakin semua fraksi di Komisi VIII DPR akan mendukung upaya yang lebih maksimal dari pemerintah untuk bisa memperjuangkan aspirasi umat Islam soal ibadah umrah.

Baca juga: Ibadah Umrah Kembali Dibuka Arab Saudi, Ada Syarat Khusus untuk Jemaah Indonesia

Baca juga: Antisipasi Dapat Kuota Umrah ke Tanah Suci, SAHI Upayakan Calon Jemaah Disuntik Vaksin Moderna

Baca juga: Mulai Selasa 10 Agustus 2021 Ibadah Umrah Akan Diizinkan, Ini Syarat Bagi Jemaah Asal Indonesia

"Dalam konteks ini tidak hanya cukup dengan kedutaannya, tetapi langsung dengan antar menteri atau bahkan Presiden Jokowi kami mengusulkan agar bisa berkomunikasi langsung dengan pihak Raja Salman," katanya.

Menurutnya, komunikasi di tataran elite pemerintahan soal umrah ini menjadi penting karena sejumlah hal.

"Saudi Arabia memang sudah membuka umrah tetapi dengan pengetatan-pengetatan dan juga dengan persyaratan. ada 4 negara yang dikenal sebagai pengirim umroh yang terbesar sedunia yaitu Turki, India, Mesir dan Indonesia," katanya

"Keempat negara ini belum diizinkan untuk pengiriman umrahnya, padahal keempat negara ini adalah pengirim jamah umrah terbesar," tambahnya.

Jika tolok ukurnya karena vaksinasi, HNW mengatakan bahwa capaian persentase vaksinasi di Indonesia lebih tinggi daripada India dan Mesir.

"Maka yang sudah vaksin terbesar adalah Turki sebesar 53 persen. Indonesia baru sekitar 18 persen. Itu lebih tinggi dari pada India yang hanya 16 persen, sementara Mesir masih di bawah 10 persen," tambahnya.

Data tersebut, menurut HNW, bisa dijadikan bahan diplomasi pemerintah Indonesia kepada Arab Saudi.

"Apalagi dengan fakta tentang penurunan jumlah daripada yang meninggal akibat Covid-19 maupun yang terserang di Indonesia sudah terjadi pelandaian yang sangat-sangat signifikan, sehingga itu mesinnya juga menjadi bagian dari pada yang bisa dikomunikasikan secara langsung," tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi telah membuka ibadah umrah sejak Agustus 2021 lalu.

Saat ini sudah ada 12 ribu jemaah umrah yang ke Arab Saudi. Para jemaah berasal dari 10 negara, yaitu Irak, Nigeria, Sudan, Jordan, Senegal, Bangladesh, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Uni Emirat Arab.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan dari semua jemaah yang berangkat itu, belum ada yang menggunakan skema booster vaksin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved