Gerakan 30 September

Israel, Salah Satu Negara yang Mengetahui Rencana G30S PKI, tapi Memilih Diam karena Soekarno

Ternyata, bukan PKI saja satu-satunya yang mengetahui akan adanya peristiwa penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah Jenderal TNI

Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Heriani AM
IST Via TribunJogja.com
Proses Pengangkatan Jenazah Para Jenderal dan Perwira TNI pasca G30S PKI. 

Ini ditulis oleh Geoffrey Robinson, profesor dari UCLA dalam bukunya The Killing Season: A History of The Indonesian Masscares, 1965-1966, seperti dilansir dari TribunManado.co.id berjudul Rencana G30S PKI Ternyata Diketahui Negara Ini Namun Pilih Diam karena Soekarno Dianggap Penghambat.

Foto 7 jenderal TNI korban kekejaman PKI
Foto 7 jenderal TNI korban kekejaman PKI ((Istimewa/Tribun Pekanbaru))

Usai insiden tersebut, PKI langsung diberangus, dan pembantian anggota PKI ini dipimpin oleh Jenderal Soeharto.

Tentara dan polisi melakukan penangkapan besar-besaran, kemudian menyiksa dan menahan anggota PKI.

Namun dalam peristiwa pembantaian ini beberapa negara dituding terlibat, seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Baca juga: Isu TNI Disusupi PKI Dibantah Pangkostrad Dudung, Ekstrem Kanan Juga Diwaspadai Tak Hanya Komunisme

Keikutcampuran dua negara ini disebabkan oleh perang dengan Vietnam, yang berideologi Komunis.

Pasalnya, PKI saat itu menjadi partai terbesar di Indonesia, dengan 3,5 juta pendukung dan sekitar 20 juta warga terlibat dengan organisasinya.

Selain itu Israel juga mencium tentang pembantaian ini, namun mereka memilih diam.

Kementerian Luar Negeri Israel pernah membongkar segel dokumen yang memberikan informasi selama tahun 1950-an di Indonesia.

Dokumen-dokumen itu berisi segelintir hal yang diketahui agen mata-mata Israel meski bertentangan dengan pernyataan pemerintah Indonesia.

Israel saat itu melihat Soekarno sebagai penghambat dalam membangun hubungan Indonesia-Israel, dalam pandangan Perang Dingin Soekarno harus disingkirkan.

Baca juga: LENGKAP KLARIFIKASI AY Nasution Soal 3 Patung Penumpasan PKI di Kostrad yang Disebut Gatot Nurmantyo

Mulai pertengahan 1950-an, Israel dan Indonesia melakukan interaksi informal, tentang pertahanan dan kemanan, tetapi tidak menjalin hubungan diplomatik.

Israel mengatakan, Indonesia tertarik mendapatkan pesawat tempur dan Israel.

Tetapi pemerintah Israel memutuskan untuk tidak menjual senjata ke Indonesia karena tiga alasan:

Pertama penolakan Indonesia untuk menjalin hubungan diplomatik formal dengan Israel, kedua kesulitan dalam menjaga kerahasiaan, dan ketiga risiko bahwa penjualan tersebut akan membahayakan hubungan Israel dengan negara-negara lain di kawasan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved