Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Rumah Sakit Rujukan di Balikpapan Longgar, Pasien Covid-19 yang Dirawat Hanya Empat Persen

Keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 dan juga tempat isolasi terpadu di Balikpapan kian longgar.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi tenaga kesehatan tengah menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 dan juga tempat isolasi terpadu di Balikpapan kian longgar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty kepada TribunKaltim.co.

Ia mengatakan kasus Covid-19 di Kota Balikpapan saat ini semakin terkendali dengan menurunnya jumlah kasus positif baru.

“Perkembangan kasus positif harian kita sudah sangat rendah, begitu juga dengan yang meninggal. Kemudian yang sembuh juga banyak,” katanya, Senin (4/10/2021).

Kondisi tersebut, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, tentu berdampak pada tingkat Bed Occupancy Red (BOR) di Kota Minyak.

Baca juga: Pola Pikir Warga Balikpapan dalam Hadapi Covid-19 Perlu jadi Perhatian

Baca juga: Penyintas Covid-19 di Balikpapan Bisa Vaksin Sebulan Pasca Sembuh, Berlaku Bagi Orang Tanpa Gejala

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Kaltim, Penambahan Angka Positif Capai 91 Orang, Balikpapan Masih Tertinggi

Berdasar data yang dimiliki Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan hanya 4 persen.

Padahal sebelumnya, tingkat keterisian tempat tidur perawatan dan tempat isolasi terpadu penuh dengan sebaran 100 persen.

“Di rumah sakit rujukan saat ini hanya 4 persen terisi. Begitu juga dengan tempat isolasi, semua kosong, yang terisi hanya Grand Tiga Mustika sebanyak 19 orang,” ucapnya.

Kendati demikian, kata Jubir Satgas Covid-19 Kota Balikpapan itu, pola pikir masyarakat dalam menghadapi Covid-19 perlu menjadi perhatian.

Khususnya terkait disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes) agar tak terjadi gelombang kasus lagi.

“Tolong protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan dengan baik, supaya kasus ini bisa terus ditekan,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved