Virus Corona di Balikpapan
Pola Pikir Warga Balikpapan dalam Hadapi Covid-19 Perlu jadi Perhatian
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menegaskan, pola pikir masyarakat Kota Balikpapan
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menegaskan, pola pikir masyarakat Kota Balikpapan dalam menghadapi Covid-19 perlu menjadi perhatian.
Khususnya terkait disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes) agar tak terjadi gelombang kasus lagi di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
“Tolong protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan dengan baik, supaya kasus ini bisa terus ditekan,” tuturnya kepada TribunKaltim.co pada Senin (4/10/2021).
Soal keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 dan juga tempat isolasi terpadu, kini kian longgar di Kota Balikpapan.
Baca juga: Penyintas Covid-19 di Balikpapan Bisa Vaksin Sebulan Pasca Sembuh, Berlaku Bagi Orang Tanpa Gejala
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Kaltim, Penambahan Angka Positif Capai 91 Orang, Balikpapan Masih Tertinggi
Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Capaian Dosis Kedua di Balikpapan Masih Rendah
Ia mengatakan, kasus Covid-19 di Kota Balikpapan saat ini semakin terkendali dengan menurunnya jumlah kasus positif Covid-19, kasus baru tidak lagi meningkat.
“Perkembangan kasus positif harian kita sudah sangat rendah, begitu juga dengan yang meninggal. Kemudian yang sembuh juga banyak,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut wanita yang akrab disapa Dio itu, tentu berdampak pada tingkat Bed Occupancy Red (BOR) di Kota Minyak.
Berdasar data yang dimiliki, Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan hanya 4 persen.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melandai di Kaltim, Kadinkes Ingatkan Ancaman Varian Baru Virus MU
Padahal sebelumnya, tingkat keterisian tempat tidur perawatan dan tempat isolasi terpadu di penuh dengan sebaran 100 persen.
“Di rumah sakit rujukan saat hanya 4 persen terisi. Begitu juga dengan tempat isolasi, semua kosong yang terisi hanya Grand Tiga Mustika sebanyak 19 orang,” ucapanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menangani-pasien-covid.jpg)