Selasa, 19 Mei 2026

Kasus Covid-19 Menurun Tajam, Masyarakat Harus Tetap Waspada, Penerapan PPKM Dilanjutkan

Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali dilakukan evaluasi setiap minggunya dan

Tayang:
Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam Konferensi PPKM secara virtual, Senin (4/10/2021), Airlangga mengatakan bahwa dari hasil evaluasi minggu ini, diputuskan penerapan PPKM dilanjutkan pada periode tanggal 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali dilakukan evaluasi setiap minggunya dan dilakukan penetapan untuk melanjutkan penerapannya setiap 2 minggu.

Dari hasil evaluasi minggu ini, diputuskan penerapan PPKM dilanjutkan pada periode tanggal 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021.

Perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia sudah sangat baik. Pada tingkat nasional, angka capaian pengendalian kasus di Indonesia sangat baik, terlihat dari indikator laju penyebaran kasus (reproduction number/Rt) yang ada di bawah 1 (per 30 September 2021 sebesar 0,63), jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain (Singapura = 1,54; Inggris = 1.05; Filipina = 1,01).

Baca juga: Jadi Tumpuan Utama, Menko Airlangga Dorong KUR untuk Sektor Pertanian dan Perikanan Provinsi Maluku

Selain itu, kasus konfirmasi harian per 1 juta penduduk di Indonesia sangat rendah yaitu sebesar 6,52 kasus per 1 juta penduduk, jauh lebih rendah dibandingkan negara lain (Inggris = 505,3 kasus; Malaysia = 376,3 kasus; Singapura = 361,4 kasus).

Gambaran situasi jumlah kasus per pulau (kelompok provinsi) juga memperlihatkan penurunan kasus aktif yang cukup signifikan:

- Sumatera: Tingkat Kesembuhan (RR)= 95,19 persen dan Tingkat Kematian (CFR)= 3,54 persen, dengan penurunan kasus aktif sebesar -91,66 persen

- Nusa Tenggara: RR= 96,78 persen dan CFR= 2,33 persen dengan penurunan= -93,79 persen

- Kalimantan: RR= 95,11 persen dan CFR= 3,15 persen dengan penurunan= -87,44 persen

- Sulawesi: RR= 95,73 persen dan CFR= 2,62 persen dengan penurunan= -88,68 persen

- Maluku & Papua: RR= 95,69 persen dan CFR= 1,71 persen dengan penurunan= -88,47 persen

- Dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali, per 3 Oktober 2021, tidak ada provinsi yang masuk level 4, terdapat 4 provinsi di level 3, dan 22 provinsi di level 2, serta 1 provinsi di level 1 (Kepulauan Riau). Asesmen situasi pandemi di luar Jawa-Bali, menunjukkan terjadi perbaikan yang signifikan dari minggu ke minggu.

"Terjadi perbaikan atau penurunan level yang cukup signifikan. Untuk tingkat Provinsi, Kalimantan Timur telah turun ke Level 2 dan Kepulauan Riau turun dari Level 2 ke Level 1," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi PPKM secara virtual, Senin (4/10/2021).

Untuk perkembangan level asesmen mingguan di tingkat kab/kota di luar Jawa-Bali, data memperlihatkan terjadi perbaikan yang terus berlanjut, di mana jumlah kab/kota level 4 dan 3 terus mengalami penurunan, sedangkan jumlah kab/kota level 2 dan 1 terus mengalami peningkatan (level 1 dari 34 menjadi 44; level 2 dari 275 menjadi 292).

Untuk perkembangan indikator Covid-19 di 10 kab/kota luar Jawa-Bali PPKM level 4 periode ini (21 September – 4 Oktober 2021), dibandingkan dengan awal periode, terdapat 1 kab/kota mengalami kenaikan level asesmen (Kota Banjarmasin), 7 kab/kota mengalami penurunan Level, dan 2 kab/kota tetap level asesmennya.

Di sisi lain, 3 kab/kota masih mengalami kenaikan positivity rate, yakni Kota Padang, Kota Banjarmasin, dan Kota Balikpapan.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Menko Airlangga Nonton Bareng di Arena Wushu PON XX Papua

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved