Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Komisi IV DPRD Samarinda Beri Catatan Khusus Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 yang Tak Optimal

Komisi IV DPRD Samarinda memberikan catatan terkait penanggulangan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Deny Anwar Hakim, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Ia memberi catatan khusus pada penggunaan dan penyerapan anggaran penanganan pandemi Covid-19 yang dialokasikan pada APBD murni 2021. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi IV DPRD Samarinda memberikan catatan terkait penanggulangan pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Melalui anggota Komisi IV, Deni Hakim Anwar, memberi catatan khususnya pada penggunaan dan penyerapan anggaran penanganan pandemi Covid-19 yang dialokasikan pada APBD murni 2021.

"Kita sudah siapkan Rp 350 miliar (untuk penanggulangan pandemi) ternyata hanya terpakai Rp 100 miliar lebih," ungkapnya pada Selasa (5/10/2021).

Meskipun demikian, Deni Hakim Anwar berharap serapan anggaran ini dapat dimaksimalkan lagi terutama untuk pemulihan ekonomi kota Samarinda pascapandemi.

Di samping itu anggota dewan dari fraksi Gerindra tersebut mengapresiasi kinerja pihak-pihak yang terlibat aktif dalam penanganan pandemi.

Baca juga: Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Sebut TNI Bersatu Dengan Masyarakat Cegah Covid-19

Baca juga: Kodim 0908 Bontang Ikuti Upacara Virtual HUT TNI, Dandim Perkuat Pertahanan Prajurit Lawan Covid-19

Baca juga: Ganti Nama Pemakaman Covid-19, Tahun 2022 Bakal Wujudkan Tarakan Memorial Garden

"Data yang dihimpun oleh komisi IV, jumlah pasien rumah sakit baik RS pemerintah ataupun swasta telah turun di bawah 20 persen," imbuhnya.

Ia menyadari pelandaian kasus Covid-19 telah menjadi lampu hijau bagi pelonggaran kegiatan sosial masyarakat yang dalam beberapa bulan sebelumnya harus dibatasi, namun politisi dari partai Gerindra tersebut berharap apapun kegiatan yang dilakukan tetap tidak menimbulkan kerumunan.

"Semua kita sarankan kegiatan apapun itu yang berpotensi mengundang kerumunan massa tetap diperhatikan prokes nya jangan sampai abai," ujar Deny Hakim Anwar di kantor DPRD Samarinda, Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut, Deny mengharapkan dengan tetap dijalankannya protokol kesehatan oleh masyarakat kota tepian, tidak ada lagi penularan-penularan dan lonjakan kasus baru, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan dan sosial masyarakat dapat segera dibuka sepenuhnya.

"Kita saat ini okupansi rumah sakit juga sangat jauh di bawah standar WHO ya sudah kisaran 5 persen, maka jangan sampai ada lonjakan apapun lagi, sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan normal, sekolah bisa dibuka, Mal hingga tempat wisata juga bisa dibuka otomatis masyarakat bisa nyaman dan bisnis dapat hidup kembali," tuturnya.

Hingga saat ini menurut data Dinas Kesehatan Kota Samarinda, angka positivity rate Covid-19 di kota Samarinda telah berada di angka 12 persen, dengan tingkat kesembuhan mencapai 95 persen.

Selain itu Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit juga telah berada di bawah 5 persen, sedangkan untuk kapasitas pusat karantina yang ada di Samarinda telah menunjukkan 2,5 persen.

Baca juga: Gagal Turunkan Status PPKM Level 3, Tim Satgas Covid-19 Bontang Fokuskan Vaksinasi ke Zona Merah

Selain Kecamatan Samarinda Kota yang saat ini menjadi zona hijau dan persebaran kasus yang nihil, 9 kecamatan lainnya telah berada di zona kuning dengan sebaran kasus aktif di bawah 25 kasus.

Deny juga memberi pandangan agar saat ini kota Samarinda berfokus pada pemulihan ekonomi sembari kekebalan komunal juga dibentuk melalui vaksinasi.

"Kita bantu lah kita support kegiatan-kegiatan berkaitan dengan jualan, UMKM, pasar malam itu kita pulihkan yang paling penting prokes itu tetap dijalankan dengan ketat," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved