Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Mayoritas Daerah Berstatus PPKM Level Dua, Wagub Kaltim Beri Sinyal Kuliah Tatap Muka di Samarinda

Inmendagri itu menyebutkan 10 Kabupaten Kota di Kalimantan Timur tidak ada dalam status PPKM level empat. Beberapa daerah sudah status PPKM level dua

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
SERBUAN VAKSINASI DAN PEMBAGIAN SEMBAKO - Wagub Kaltim Hadi Mulyadi, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Rektor Unmul Prof Masjaya , Irwasda Polda Kaltim Kombespol Jefri, Wawali Samarinda Rusmadi melepas iring-iringan kendaraan pembawa sembako yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak Covid 19 dan Serbuan Vaksinasi Kodam VI Mulawarman dalam Rangka HUT ke 76 TNI di Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (7/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah pusat mengeluarkan Instruksi Mendagri atau Inmendagri Nomor 48/2021.

Dalam Inmendagri itu menyebutkan 10 Kabupaten Kota di Kalimantan Timur tidak ada dalam status PPKM level empat. Beberapa daerah sudah status PPKM level dua dan tiga.

Berdasarkan hal tersebut tentunya ada kelonggaran terkait kegiatan masyarakat. Salah satunya kegiatan belajar mengajar yang bisa dilakukan jika statusnya berada di bawah level empat.

Atas hal tersebut perkuliahan juga dapat dilakukan khususnya kota Samarinda. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyebut kegiatan kuliah tatap muka bisa dilakukan masing-masing kampus.

Hanya saja regulasi yang dilakukan mirip dengan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tingkat SD sampai SMA.

Baca juga: Potensi Kuliah Tatap Muka Terancam Batal, Covid-19 Meningkat, Rektor Unmul Samarinda Tunggu Arahan

Baca juga: Kuliah Tatap Muka 2021 Diizinkan Kemendikbud, Ini Syarat & Aturan yang Harus Dipatuhi, Izin Orangtua

Baca juga: Pimpin Rapat Via Online, Rektor UBT Prof Adri Patton Putuskan Libur Kuliah Tatap Muka Diperpanjang

Syarat Kuliah Tatap muka yaitu setiap Kampus harus membatasi ruang kelas sebanyak 50 persen dari kapasitas yang ada, kemudian para dosen dan mahasiswa harus sudah divaksin terlebih dahulu.

Kemudian waktu belajar di kelas pun dibatasi setengah dari biasanya dan menggunakan kurikulum darurat.

"Dipersilahkan untuk SMA dan perguruan tinggi kita evaluasi mana yang sudah siap dari lima itu," ucapnya.

Untuk itu ia meminta agar seluruh Kampus segera melakukan vaksinasi dosen dan mahasiswa. Sehingga kegiatan perkuliahan tatap muka dapat dilaksanakan. "Kalau untuk vaksin dosen bisa ditanyakan ke rektor," ucap Hadi Mulyadi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved