Virus Corona
Australia Perbolehkan Pelajar Luar Negeri Masuk, Kecuali China, Nepal & Indonesia, Ini Penyebabnya
Di Indonesia sendiri, sejak awal program vaksinasi nasional dijalankan, vaksin Sinovac menjadi vaksin pertama yang terdapat di Indonesia
TRIBUNKALTIM.CO - Tidak semua negara mengakui penggunaan vaksin Sinovac sebagai vaksin pencegah penularan Covid-19.
Di Indonesia sendiri, sejak awal program vaksinasi nasional dijalankan, vaksin Sinovac menjadi vaksin pertama yang terdapat di Indonesia.
Namun, ternyata tidak semua negara mengakui penggunaan vaksin Sinovac, salah satunya Australia.
Kendati demikian, kini Australia telah mengeluarkan rekomendasi pengakuan penggunaan vaksin Sinovac.
Badan pengawas Australia mengeluarkan rekomendasi pengakuan terhadap para wisatawan yang divaksinasi Coronavac buatan Sinovac dan Covishield buatan AstraZeneca-Serum Institute of India.
Rekomendasi tersebut dikeluarkan Therapeutic Goods Administration Australia (TGA) dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/10/2021).
Baca juga: Jelang Hari Jadi Bulungan, Dalam Satu Minggu Pemkab Targetkan 10.000 Warga Tervaksin Covid-19
Baca juga: NEWS VIDEO Binda Kaltim Bagikan 1.000 Dosis Vaksin Sinovac kepada Santri di Ponpes Samarinda
Baca juga: Berikut Daftar 50 Negara di Dunia yang Mengakui Vaksin Sinovac Sebagai Syarat Perjalanan
Sejauh ini, ada empat vaksin yang disetujui untuk digunakan di Australia yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson.
Kendati demikian, vaksin Sinovac dan Covishield belum disetujui untuk digunakan di dalam negeri.
Rekomendasi tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan TGA dalam menilai perlindungan terhadap infeksi dan gejala berat yang ditawarkan oleh kedua vaksin tersebut.
Pengakuan tersebut dapat mengakomodasi wisatawan masuk "Negeri Kanguru" atau warga Australia yang telah mendapatkan kedua vaksin itu di luar negeri untuk pulang ke rumah.
Selain itu, rekomendasi tersebut juga memungkinkan diizinkannya kembali pelajar internasional yang telah divaksinasi dengan kedua vaksin tersebut dari sejumlah negara seperti Indonesia, India, dan China.
Melalui pernyataan bersama, sejumlah menteri Australia termasuk Perdana Menteri Australia Scott Morisson mengatakan, negaranya siap untuk membuka diri lagi kepada dunia.
Baca juga: PMI Kaltim Gelar Vaksinasi di Samarinda, Siapkan 1000 Dosis Vaksin Sinovac
“Pemerintah kami sedang menetapkan kerangka kerja tentang bagaimana perjalanan internasional akan ada dalam beberapa bulan mendatang,” kata pernyataan bersama tersebut, seperti dilansir TribunKaltim.co dari Kompas.com.
Dia menambahkan, TGA telah menerbitkan penilaian awal data tentang perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin Sinovac dan Covishield.
“Dan menyarankan bahwa vaksin itu harus dianggap sebagai 'vaksin yang diakui' untuk para pelancong internasional yang masuk,” imbuh mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/welgrow-travels-sydney-australia.jpg)