Jumat, 1 Mei 2026

Info BMKG

Curah Hujan Tinggi di Samarinda pada Minggu Ketiga Oktober, Relawan Siap Siaga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, menyiagakan relawan-relawan dari berbagai unsur.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Apel kesiapsiagaan bencana oleh BPBD Kota Samarinda diikuti para relawan dari berbagai unsur dan Destana di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (8/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, menyiagakan relawan-relawan dari berbagai unsur di Kota samarinda, Provinsi Kalimantan Timur

Hal itu dalam rangka siaga penanggulangan bencana akibat dampak curah hujan tinggi.

Pada Jumat (8/10/2021) pagi, BPBD menggelar apel penanggulangan bencana bersama para relawan dari unsur ITS-TRC.

PMI hingga relawan Desa tangguh bencana (Destana) di beberapa kelurahan di Kota Samarinda.

Baca juga: Simulasi Penanggulangan Banjir di Samarinda Kala Pandemi Covid-19, Walikota Andi Harun Berpesan

Baca juga: Siaga Cuaca Buruk di Samarinda, BPBD Dorong Warga Ubah ke Budaya Aman Bencana

Baca juga: Longsor di Samarinda, Akses Warga Perum Talangsari Regency Tertutup Tanah, Menunggu Alat Ekskavator

Puluhan perwakilan relawan dari masing-masing unsur berkumpul di halaman Stadion Segiri Samarinda untuk mendapatkan pengarahan.

Yakni terkait siaga penanggulangan bencana dari Walikota Samarinda yang disampaikan oleh Plt Kepala BPBD, Hambali.

Dalam arahannya, Hambali menjelaskan bahwa berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda.

Bahwa kota tepian akan mengalami awal musim hujan pada minggu ketiga bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022.

Baca juga: NEWS VIDEO Longsor di Samarinda, Sebuah Rumah Tertimpa Pohon Hingga Terbelah Jadi Dua

“Ya apel ini kita perlukan untuk membangun koordinasi dan komunikasi kepada relawan dan Destana serta pemegang kepemimpinan di wilayah masing-masing terkait kesiapsiagaan bencana,” ujar Hambali pada apel yang diadakan pukul 08.30 Wita tersebut.

BPBD juga mengarahkan kepada para relawan untuk dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat di masing-masing wilayahnya tentang mitigasi bencana terutama banjir dan tanah longsor.

BPBD juga mengajukan kegiatan kesiapsiagaan bencana dengan giat pembersihan selokan dan parit.

Lalu menjaga kebersihannya oleh masyarakat setempat.

Baca juga: Walikota Andi Harun Rakor Penanganan Banjir di Samarinda, Muncul Rencana Review Masterplan

"Melibatkan relawan dan perangkat lurah serta kecamatan di wilayahnya masing-masing,” imbuh Hambali.

Sebagai kesiapsiagaan bencana tanah longsor, BPBD juga menekankan kepada warga masyarakat yang bertempat tinggal di lereng bukit untuk selalu waspada saat hujan terjadi.

Mengingat BPBD Samarinda juga telah merilis 34 titik lokasi risiko tinggi tanah longsor yang tersebuar di 10 kecamatan.

Dengan menggunakan atribut khas relawan masing-masing unsur, para relawan mengikuti apel kesiapsiagaan bencana yang dipimpin oleh BPBD tersebut.

Baca juga: Longsor di Samarinda Ulu, Rumah Pasangan Lansia Nyaris Ambruk

Apel ini juga adalah ujung dari kegiatan simulasi penaggulangan bencana yang diadakan oleh BNPB sejak tiga hari kemarin.

"Dimana para relawan ini telah diberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana terutama penanggulangan bencana yang semula bersifat responsif menjadi preventif aktif,” jelas Plt Kepala BPBD Samarinda itu mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved