Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Telkomsel Bakal Bangun 4 BTS di Tana Tidung, Infrastruktur jadi Kendala Utama

General Manager Network Service Assurance Telkomsel Kalimantan, Awang Suryanto mengatakan, Telkomsel akan membangun base transceiver.

Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
General Manager Network Service Assurance Telkomsel Kalimantan, Awang Suryanto, beberkan, Telkomsel akan membangun base transceiver station atau BTS di wilayah Tana Tidung, ada 4 BTS yang akan direalisasikan di 4 desa, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - General Manager Network Service Assurance Telkomsel Kalimantan, Awang Suryanto mengatakan, Telkomsel akan membangun base transceiver station atau BTS di wilayah Tana Tidung.

Dia mengatakan, ada 4 BTS yang akan direalisasikan di 4 desa yang ada di Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara.

"Empat bantuan itu, nantinya akan dibangun di Sesayap Selor, Maning, Tengku Dacing, dan Kujau. Itu akan menjadi titik kewajiban kita," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (7/10/2021).

"Dan tadi saya sampaikan, untuk Desa Maning sekarang itu sudah ada opsi, supaya dapat sinyal dari sektor terdekat kita. Untuk penduduk di sana itu sudah bebas dari blang spot," terangnya.

Baca juga: Berkomitmen Perluas Edukasi dan Akses Pengalaman, Telkomsel Hadirkan Jaringan 5G Pertama di Papua 

Baca juga: Cegah Gangguan Internet, BKPSDM Paser Libatkan Tim IT Telkomsel, Jaga Ruang Pusat Kontrol Jaringan

Baca juga: Atasi Blank Spot di Tana Tidung, Pemkab Bakal Fasilitasi Lahan Pembangunan BTS

Sementara, untuk pemasangan 3 BTS lainnya, kata Awang, sedang dalam proses.

"Jadi, sebagiannya akan dikerjakan 2021 dan sisanya di 2022," katanya.

Lebih lanjut, pria berkacamata itu mengatakan, yang menjadi kendala utama pihaknya selama ini adalah infrastruktur. Baik masalah transportasi, lahan, maupun jaringan listrik.

Sebagai informasi, Pemerintah Tana Tidung akan menghibahkan lahan kepada provider-provider untuk membangun BTS di Tana Tidung.

Baca juga: 20 Usulan di Kabupaten Tana Tidung, Tahun Ini 4 BTS Terealisasi

"Jadi ini butuh koordinasi antara operator seluler dengan Telkom juga ya, sebagai penyedia transportasi. Kemudian dengan PLN sebagai penyedia powernya," jelasnya.

Selain infrastruktur, regulasi-regulasi yang adapun kerap kali menjadi hambatan. Sehingga harus ada dorongan stakeholder terkait.

"Karena kalau desa-desa terpencil itu penduduknya masih sedikit, jadi untuk decision dari internal, yaitu cukup menjadi tantangan," tandasnya.

Penduduk yang sedikit tentu sangat berpengaruh bagi provider-provider. Terutama dari aspek bisnis.

Baca juga: Tana Tidung sebagai Pusat Persemaian Mangrove di Kaltara, Dorong Jadi Pembibitan Berskala Besar

"Kalau penduduknya sedikit otomatis jumlah rating refiningnya juga sedikit. Jadi ada peran dan regulasi juga untuk membantu hal tersebut. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved