Breaking News:

Liga Italia

Update Liga Italia, AC Milan Khawatir Performa Brahim Diaz, Real Madrid Mengintai, Respon Maldini

Update Liga Italia, AC Milan Khawatir Performa Brahim Diaz, Real Madrid Mengintai, Respon Maldini

MIGUEL MEDINA/AFP
Pemain AC Milan Brahim Diaz merayakan kemenangan di Liga Italia. Brahim Diaz akan dipermanenkan AC Milan 

Ancelotti, pada musim panas lalu mengatakan bahwa Diaz adalah pemain yang sangat penting untuk Los Merengues.

Namun, gelandang pengatur serangan itu menegaskan hanya akan fokus pada waktunya bersama Rossoneri saat ini.

“Saya tidak berpikir tentang itu (kembalinya Real Madrid), sungguh,” katanya.

“Saya menikmati saat ini dan saya senang (berada di Milan). Saya ingin terus membantu Milan dengan gol, assist dan yang terpenting, banyak pekerjaan.

Namun ia mengakui tetap memberikan hormat kepada pelatih Los Blancos saat ini Calro Ancelloti setelah apa yang dikatakan tentangnya.

“Saya sangat berterima kasih padanya (Carlo Ancelotti), tetapi saat ini saya fokus pada Milan.”

Rossoneri telah merebut lima kemenangan dan sekali imbang melawan Juventus dalam enam pertandingan pembukaan mereka musim ini.

Hingga giornata 6 atau pekan keenam, pasukan Stefano Pioli hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, Napoli yang mengantongi 18 poin.

Tentang performa gemilang Rossoneri di awal kompetisi 2021, Brahim Diaz yakin Rossoneri bisa meraih Scudetto musim ini.

“Ya, ini akan menjadi pertarungan yang seimbang, dengan banyak tim yang terlibat,” katanya tentang peluang Scudetto.

“Saya pikir kami telah tampil dengan sangat baik. Kami fokus pada satu pertandingan pada satu waktu, tetapi kami memiliki tim dengan bakat dan lingkungan yang memadukan pemain muda dan berpengalaman dengan sempurna,” katanya.

Diaz pun berjanji akan memberikan segala yang dia punya bersama seluruh pemain untuk meraih yang terbaik bersama AC Milan. "Kami akan berjuang sampai akhir."

Baca juga: Update Liga Italia, Inter Milan Singkirkan Sanchez, Inzaghi Lirik The Next Cavani Penghancur Barca

Curva Sud ciptakan chant

Musim lalu, Brahim Diaz kesulitan bersaing dengan Hakan Calhanoglu untuk menembus skuad utama Stefano Pioli.

Dan kepergian pemain asal Turki itu menjadi peluang emas bagi pemain pinjaman Real Madrid itu untuk bersinar dan semuanya mulai menunjukkan terangnya.

Pemain bertubuh 170 cm itu mencetak gol kesepuluhnya untuk Rossoneri kemarin tetapi yang pertama di liga di kandang.

Di musim panas, manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa pinjaman mantan pemain Manchester City dan dia terus memberikan bukti.

Diaz dianggap mampu menunjukkan visi dan sentuhan yang menentukan lebih dari pemain sebelumnya untuk memakai No.10 yang terkenal.

Ia mungkin tidak akan diperhatikan selama satu jam, tetapi dia selalu menemukan cara untuk mencuri perhatian lewat gerakan dan ancamannya serta kemampuan mencetak gol penentu.

Pioli memanfaatkan kualitas playmaker-nya, termasuk mengurangi tugas bertahannya saat tim kehilangan bola untuk lebih banyak berada di antara lini tengah dan depan.

Bahkan fans garis keras Ultras Milan Curva Sud telah memiliki chant khusus untuk Brahim Diaz, seperti yang dinyanyikan setelah mencetak gol melawan Venezia.

“Kami telah datang dari jauh, kami telah datang dari jauh, untuk melihat Brahim (Diaz) mencetak gol...”

Lagu itu adalah yang sama dinyanyikan untuk ikon klub sebelumnya, Ricardo Kaka, dan itu menunjukkan seberapa besar kepercayaan suporter Rossoneri terhadap Diaz.

Sebelumnya, saat kembali ke San Siro, Diaz langsung menerima untuk memakai jersey nomor 10 yang ditinggalkan Calhanoglu.

“Ada peluang, dan saya mengambilnya (Kaus nomor 10),” kata Brahim.

“Ini adalah No. 10 yang membawa kepemimpinan, tetapi saya tidak takut dengan tekanan, itu memberi saya energi.

Mantan pemain Manchester City itu pun menegaskan dirinya bahagia bisa kembali ke Milan untuk berjuang bersama skuad Stefano Pioli dan suporter sejati Rossoneri.

“Saya sangat senang bisa kembali ke Milan, di klub hebat ini, dengan basis penggemar hebat yang telah menyambut saya. Merupakan kesenangan dan kehormatan untuk berada di sini lagi.

Meski sebelumnya seragam nomor 10 banyak dikenakan oleh legenda-legenda besar AC Milan, Diaz mengklaim ia tidak meraka tertekan dengan hal itu.

“Dalam sejarah Milan, banyak pemain hebat mengenakan nomor punggung 10, tapi saya menikmati tekanannya.

“Saya memiliki karakter. Saya bertanggung jawab dan saya berharap untuk berjuang dengan seragam ini dan untuk mengekspresikan diri saya yang terbaik.”

Baca juga: Bursa Transfer Liga Italia, AC Milan Rela Bayar Mahal Demi Penerus Ibrahimovic, Terbukti di Serie A

“Tahun ini kami harus mengulangi (prestasi) diri kami sendiri, berjuang untuk Scudetto dan di semua kompetisi lainnya.

“Saya mengharapkan tim untuk berkomitmen penuh, bertarung di semua kompetisi dan menjadi tim papan atas Serie A.

Namun ia mengakui bahwa apa yang dikatakannya tidaklah akan mudah untuk diraih, tetapi pengalaman berada di puncak klasemen musim lalu bisa menjadi modal dan pelajaran positif.

“Itu tidak akan mudah karena ada lawan yang hebat, tetapi kami adalah tim yang kuat.

“Pengalaman tahun lalu di puncak akan sangat berguna. Kami harus memberikan segalanya untuk menjadi kompetitif dan tetap di puncak.” (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved