Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona di Bontang

Berhasil Tekan Kasus Covid-19 Jadi Kado Spesial HUT Ke 22 Bontang, Ini Kata Walikota Basri Rase

Badai Pandemi Covid-19 yang melululantahkan sendi-sendi perekomian masyarakat Kota Bontang, kini mulai perlahan bangkit

Tayang:
Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Walikota Bontang Basri Rase.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Badai Pandemi Covid-19 yang melululantahkan sendi-sendi perekomian masyarakat Kota Bontang, kini mulai perlahan bangkit.

Awal merebaknya Covid-9 pada Maret tahun lalu, segala sumber perekonomian masyarakat di seluruh sektor bahkan lumpuh total.

Tidak hanya di Bontang, termasuk hampir seluruh penjuru daerah mengalami hal serupa.

Sempat kondisi perlahan membaik saat jelang akhir tahun lalu. Namun kondisi tak bertahan lama.

Bulan pertama memasukin tahun 2021, tren penyebaran Covid-19 perlahan kembali meningkat.

Terlebih banyak agenda saat itu yang mengundang masa skala besar. Terkhusus saat jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Pasangan Basri Rase - Najirah menjadi pemenang pemilu Bontang.

Pada 26 April lalu, Basri - Najirah dilantik dan resmi melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan kepala daerah dari Neni Moerneani.

Baca juga: Singapura Bakal Bersikap Hidup Bersama Covid-19, Perbatasannya akan Dibuka

Baca juga: Sektor Usaha Lesu Selama Pandemi Covid-19, Ratusan Warga Malinau Dibekali Keterampilan Berwirausaha

Baca juga: Kasus Virus Corona Terus Menurun, Satgas Covid-19 Kaltim Minta Warga Tidak Euforia Berlebihan

Transisi kepemimpinan Basri - Najirah pun tidak sertamerta berjalan mulus. Tantangan menuntaskan masalah pendemi Covid-19 tentu bukan persoalan gampang.

Terlebih saat Virus Coronan yang bermutasi menjadi varian delta ini menyebar luas secara cepat di Bontang.

Segelah aktivitas pun kembali lumpuh buntut dari surat Instruksi Kementerian Dalam Negeri yang menetapkan kondisis kedarurat Covid-19.

Kota taman ini pun diganjar dengan status PPKM Level 4. Basri selaku Wali Kota yang baru itu terpaksa menarik rem darurat Covid.

Dirinya pun membatasi segala aktivitas setalah kondisi seluruh wilayah di Bontang masuk zona merah.

Mulai dari akses pintu masuk hingga penutupan sementara jalur dalam kota dilakukan Basri.

Saat itu, tantangan terberat Basri bukan hanya menekan laju penyebaran Covid-19, tetapi dirinya juga tetap harus memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kebijakannya.

Saat itu geliat ekonomi di Bontang kembali lumpuh. Segala fasilitas umum dan tempat wisata ditutup. Termasuk membatasi jam operasi UMKM dan pusat perbelanjaan seperti mal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved