Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Pasokan BBM di Nunukan Terbatas, Bupati Minta Warga Tak Khawatir Berlebihan, Hari Ini Masuk 120 Ton

Bupati Nunukan Asmin Laura memberikan tanggapan mengenai pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Antrean warga di sebuah SPBU Jalan TVRI Nunukan, Senin (11/10/2021) pagi. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura memberikan tanggapan mengenai pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terbatas.

Diketahui, sejak kemarin pasokan BBM di SPBU mulai kosong.

Kosongnya pasokan BBM di SPBU berdampak pada persediaan bensin di pom mini hingga kios-kios kecil.

Bahkan di jalan raya pada malam tadi, tampak sekelompok pemuda yang mendorong motornya lantaran kehabisan bensin.

Mendengar itu, Bupati Nunukan Asmin Laura mengaku, saat ini stok BBM di Kota Tarakan sangat menipis.

Baca juga: Pengelola SPBU di Tarakan Dapat Teguran, Ingatkan Tak Layani Pembelian Pertalite dengan Jeriken

Baca juga: Soal Antrean di SPBU Tarakan, Satpol PP Berikan Teguran Pengelola agar Tak Layani Pengisian Jeriken

Baca juga: SPBU yang Ketahuan Layani Pengetap, Pertamina akan Beri Sanksi Pengurangan Jumlah Distribusi BBM

"Kami sudah kirim kapal ke Tarakan kemarin, tapi di Tarakan stok BBM lagi menipis," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (11/10/2021).

Orang nomor satu di Nunukan itu menyampaikan agar warga tidak perlu khawatir berlebihan, karena BBM akan datang sebanyak 120 ton hari ini.

"Hari ini masuk 120 ton lagi. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu minggu, sambil mengupayakan pasokan dalam waktu dekat," ucapnya.

Mengenai wacana pemerintah pusat meniadakan premium, kata Asmin Laura, saat ini manajemen Pertamina sedang melakukan tahap sosialiasi.

"Itu program nasional, kami di daerah tindak lanjuti saja. Dan saat ini Pertamina dalam rangka sosialisasi selama tiga bulan terakhir. Pada Januari 2022 BBM akan dialihkan ke pertalite," ujarnya.

Wacana penghapusan BBM jenis premium telah ramai diperbincangkan sejak akhir tahun 2020.

Baca juga: Pertamina Bakal Beri Sanksi SPBU di Samarinda Jika Ketahuan Layani Kendaraan yang Sama Setiap Hari

Penghapusan BBM beroktan rendah tersebut (RON-88) rencananya akan dilakukan secara bertahap.

Premium termasuk BBM beroktan rendah, sehingga dapat menghasilkan gas buang dari knalpot kendaraan bermotor dengan emisi tinggi.

"Mungkin karena dampak negatif dari penggunaan pada premium sehingga dialihkan ke pertalite. Mungkin karena penggunakan premium berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sehingga dialihkan ke pertalite," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved