Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Pasokan BBM di Nunukan Terbatas, Pemuda Ini Antre Berjam-jam Demi Bawa Orangtua ke Rumah Sakit

Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Nunukan terbatas, pemuda ini rela antre berjam-jam demi bawa orangtua ke RSUD Nunukan, Senin (11/10/2021).

TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Warga antre sembari membariskan jerikennya masing-masing di SPBU Jalan TVRI Nunukan, Senin (11/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Nunukan terbatas, pemuda ini rela antre berjam-jam demi bawa orangtua ke RSUD Nunukan, Senin (11/10/2021).

Rahman (26), warga Jalan Imam Bonjol, RT 012, Kelurahan Nunukan Selatan, mengaku kemarin sore dirinya sempat kehabisan bensin dalam perjalanan pulang ke rumah.

Ia sudah berkeliling mencari bensin di kios-kios pinggir jalan, tapi nihil. Sehingga, tak ada pilihan lain lagi selain mendorong motornya dari GOR Dwikora menuju rumahnya, di Jalan Imam Bonjol, Membunut Dalam.

"Mulai kemarin pasokan BBM sudah menipis di Nunukan, puncaknya ya hari ini. Banyak teman kemarin sore, yang minta didorong motornya karena kehabisan bensin termasuk saya," kata Rahman kepada TribunKaltara.com, saat ditemui sedang mengantre BBM di sebuah SPBU Jalan TVRI Nunukan, pukul 11.00 Wita.

Dari pantauan di lapangan, tampak kerumunan warga Nunukan di sebuah SPBU di Jalan TVRI. Mereka rela mengantre BBM berjam-jam di bawah terik matahari, dengan membariskan jerikennya masing-masing.

Baca juga: Pertalite di Tarakan Langka, Tuding Keterlambatan Kapal Pengangkut BBM dari Balikpapan

Baca juga: Pengetap BBM Bersubsidi Kembali Marak, Supir Material Mengadu ke DPRD Kutai Timur

Baca juga: Angkut 1,2 Ton BBM, Pesawat Smart Aviation Rute Tarakan-Long Bawan Tergelincir Keluar Landasan Pacu

Selain itu, tampak kendaraan roda dua, roda empat, dan truk ikut dalam antrean BBM.

Rahman, mengatakan, dirinya sejak pukul 08.00 Wita sudah mengantre di SPBU tersebut. Namun, hingga kini dirinya belum mendapat pasokan bensin sama sekali.

"Saya bawa dua jeriken ukuran 10 liter. Kita pengguna kendaraan pasti resah, karena sumber mata pencaharian kita berhubungan dengan BBM," ucapnya.

Rahman menuturkan, dirinya rela antre BBM berjam-jam, lantaran dua sepeda motor di rumahnya sama sekali tidak memiliki bensin.

Sementara, dirinya harus mengantar orang tuanya yang sedang sakit ke rumah sakit, dengan sepeda motor.

Baca juga: SPBU yang Ketahuan Layani Pengetap, Pertamina akan Beri Sanksi Pengurangan Jumlah Distribusi BBM

"Bensinnya untuk keperluan sehari-hari tidak ada niat untuk dijual lagi. Orang tua saya sedang sakit, jadi butuh kendaraan untuk antar kontrol ke rumah sakit. Dua motor di rumah kering semua bensinnya," ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah daerah untuk menaruh perhatian yang serius, agar jangan sampai ada kelangkaan BBM di Nunukan.

"Di tengah pandemi begini, semua serba sulit. Jadi pemerintah daerah perlu menaruh perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat. Jangan sampai BBM di Nunukan langka, tentu sangat menganggu aktivitas kita," tuturnya.

"Apalagi saya dengar beberapa masyarakat, bahkan sampai sembunyikan bensin untuk digunakan pribadi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved