Senin, 11 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Angkut 1,2 Ton BBM, Pesawat Smart Aviation Rute Tarakan-Long Bawan Tergelincir Keluar Landasan Pacu

Angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1,2 ton, pesawat Smart Aviation rute Tarakan-Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, tergelincir keluar landasan

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1,2 ton, Pesawat Smart Aviation rute Tarakan-Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, tergelincir keluar landasan pacu, Senin (27/09/2021), pukul 13.23 Wita.TRIBUNKALTIM.CO/HO/ Haberly Warga Krayan 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN- Angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1,2 ton, pesawat Smart Aviation rute Tarakan-Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, tergelincir keluar landasan pacu, Senin (27/09/2021), pukul 13.23 Wita.

Dari video amatir yang dibagikan seorang warga Krayan di WhatsApp, terdengar suara seorang pria menyampaikan informasi adanya sebuah pesawat tergelincir di Bandara Long Bawan.

Video yang berdurasi 1:20 detik itu, memperlihatkan sebuah pesawat tergelincir keluar dari landasan pacu. Dengan posisi pesawat miring ke kiri.

Selain itu, tampak dua unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan personel melaju ke arah pesawat jatuh sembari membunyikan sirine.

"Pesawat tergelincir di Bandara Long Bawan dan tidak ada korban jiwa," kata pria di dalam video yang diduga direkam menggunakan camera handphone.

Baca juga: Sebut Capaian Vaksinasi di Nunukan Baru 35 Persen, Bupati Asmin Laura: Akhir Tahun Harus 70 Persen

Baca juga: Edarkan Uang Rupiah Mainan, Pria Ini Diringkus Polisi di Nunukan

Baca juga: Bupati Nunukan Larang Pelajar yang Belum Vaksinasi Ikuti PTM Terbatas

Saat dikonfirmasi Camat Krayan, Haberly membenarkan kejadian tergelincirnya Pesawat Smart Aviation jenis Caravan.

"Iya betul tergelincir di Bandara Long Bawan siang tadi. Pesawat itu dari Tarakan-Long Bawan dengan membawa BBM," ucap Haberly kepada TribunKaltim.Co melalui telepon seluler, sore.

Haberly mengatakan, pesawat jenis Caravan itu mengangkut BBM sebanyak 1,2 ton untuk kebutuhan PLN di Krayan.

Saat ditanyai penyebab Pesawat Smart Aviation, Haberly menuturkan, ada permasalahan di bagian rem pesawat.

"Landasannya bagus saja. Kata Pilotnya ada masalah dibagian rem. Remnya blong," ujarnya.

Dari kejadian itu, tak ada korban jiwa. Hanya saja mengalami kerusakan pada baling-baling pesawat, lantaran menghantam tanah.

"Tidak ada korban jiwa. Hanya baling-baling pesawatnya yang terlipat. Kecepatan angin tadi 8 knot, jadi normal aja. Kalau di atas 10 knot baru berisiko," tuturnya.

Mengenai dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi pesawat jatuh, kata Haberly hanya mengamankan BBM saja.

Sementara itu, seusai kejadian Pilot pesawat yang jatuh itu langsung kembali ke Tarakan menggunakan pesawat lain, yang kebetulan mendarat selang beberapa menit setelah pesawat tergelincir.

Baca juga: Oknum ASN di Nunukan Dessy Risandi Divonis 8 Tahun Penjara

"Pilotnya sudah kembali ke Tarakan. Dan baik-baik saja, nggak ada yang luka. Pesawat tadi kembali ke Tarakan untuk jemput mekanik dari Tarakan. Mekaniknya sudah tiba di Krayan," ungkapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved