Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Catatan Wabup Hanafiah soal Ekspor Rumput Laut Nunukan: Tidak Ada Nilai Tambah

Daerah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, telah berhasil melakukan kegiatan ekspor rumput laut namun masih ada kekurangan.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Wabup Nunukan, Hanafiah, menyatakan, daerah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, telah berhasil melakukan kegiatan ekspor rumput laut namun masih ada kekurangan sejauh ini, dinilai kurang maksimal, perlu ada peningkatan lagi, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Daerah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, telah berhasil melakukan kegiatan ekspor rumput laut namun masih ada kekurangan sejauh ini, dinilai kurang maksimal. 

Disampaikan oleh Wakil Bupati Nunukan, Hanafiah kepada TribunKaltara.com bahwa rumput laut yang dihasilkan dari bumi Nunukan dijual begitu saja, masih dalam bentuk material saja.  

"Selama ini kita hanya menjual dalam bentuk material saja. Sehingga tidak ada nilai tambah," tutur Wabup Nunukan, Hanafiah pada Rabu (13/10/2021). 

Wabup Hanafiah mengaku, Kabupaten Nunukan sempat melakukan ekspor rumput laut hingga Busan, Korea Selatan.

Baca juga: Inilah Kapasitas Produksi Rumput Laut di Nunukan, Wabup Hanafiah: Potensi Migas Tergeser

Baca juga: Selama Daring, Pelajar di Nunukan Pilih Kerja untuk Bantu Orangtua Mengikat Rumput Laut

Baca juga: Gubernur Kaltara akan Bentuk Perusda untuk Kelola Rumput Laut, Tambah PAD dan Jadi Komoditas Ekspor

Namun, saat ini lebih banyak didistribusi ke Makassar, karena transportasi kapal lebih lancar.

Sempat diekspor ke Busan, Korea Selatan. Tapi sekarang banyak ke Makassar.

Kapal swasta dan Pelni yang melayani rute Nunukan-Pare-pare, sebulan itu hampir empat kali.

Kalau ke Surabaya agak jarang karena kapal dari sana juga jarang.

"Sebulan hanya satu sampai dua kali saja," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved